Universitas Semarang

Diyakinkan Berkali-Kali, Soeharsojo Akhirnya Luluh untuk Bagikan Ceritanya dalam Sebuah Buku

Ir Soeharsojo, IPU, Pembina YAU, akhirnya luluh untuk bagikan ceritanya sebagai buku.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Peluncurkan buku biografi berjudul 'Soeharsojo: Teladan Politisi Santun' di Auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang (USM) pada Jumat (19/8/2022) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Diyakinkan berkali-kali, Ir. Soeharsojo, I.P.U., Pembina Yayasan Alumni Undip (YAU) akhirnya luluh untuk membagikan cerita-ceritanya sebagai buku.

Hal tersebut ia sampaikan seusai meluncurkan buku biografi  berjudul 'Soeharsojo: Teladan Politisi Santun' di Auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang (USM) pada Jumat (19/8/2022) malam.

Awalnya ia ragu menjadi obyek sebuah karya yang diyakini oleh rekan-rekan editor akan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Ia pun tak yakin untuk akan mendapatkan banyak dukungan ketika menghasilkan karya.

"Namun di luar dugaan, dari perkiraan saya yang hanya beberapa orang saja yang berkenan memberikan testimoni, ternyata semua rekan sejawat bersedia," ungkap Ir. Soeharsojo.

Dukungan itu membuatnya semakin semangat karena ada kedekatan yang telah ia tabung sejak muda hingga usianya kini.

Peluncurkan buku biografi berjudul 'Soeharsojo: Teladan Politisi Santun' di Auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang (USM) pada Jumat (19/8/2022) malam.
Peluncurkan buku biografi berjudul 'Soeharsojo: Teladan Politisi Santun' di Auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang (USM) pada Jumat (19/8/2022) malam. (Tribun Jateng/Amanda Rizqyana)

Ia pun mendapatkan masukan dari rekan-rekannya bahwa pengalaman yang dimiliki menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.

"Perlu ada panggilan dari seseorang termasuk saya meyakini apa yang kita jalankan itu perlu diikuti oleh generasi berikutnya terutama bila yang dilakukan ialah hal baik," terang Ir. Soeharsojo.

Keyakinannya selama ini tidak pernah berpikir melakukan hal buruk dan ia bersyukur rekan sejawat mengamini apa yang ia yakini tersebut.

Terkait proyek buku selanjutnya, Ir. Seoharsojo mengaku belum memiliki pandangan lanjut dan belum berencana menerbitkan buku lagi.

Momentum peluncuran buku tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun ke-75 Ir. Soeharsojo dan dihadiri oleh keluarga dan rekan sejawat.

Bahkan hadir pula Ketua Pembina YAU Prof. Sudharto P Hadi, M.E.S., Ph.D., dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah KH Ahmad Darodji.

Sementara itu, Amir Machmud NS selaku editor buku menyatakan Ir. Soeharsojo merupakan pribadi yang luwes dan ramah.

Bahkan hampir seluruh narasumber yang mengisi testimoni dari buku setebal 288 halaman menyatakan Ir. Soeharsojo merupakan pribadi yang tenang, santun, bersolidaritas tinggi, dan rendah hati.

"Beliau merupakan tokoh yang memiliki sifat tawadhu," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T., menyatakan butuh waktu untuk meyakinkan Ir. Soeharsojo untuk membagikan perjalanan hidupnya dalam bentuk buku.

"Pak Soeharsojo sangat rendah hati dan tidak suka menonjolkan diri, justru merasa tidak layak membagikan kisahnya. Namun justru itulah karakter yang ingin dibagikan melalui buku ini," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved