Liputan Khusus

Tunjangan Guru Harap Ditransfer Bareng Gaji

Sejumlah guru PNS yakin bahwa pemerintah akan memperhatikan kesejahteraan pendidik. Atas dasar itu, mereka tak percaya isu penghapusan tunjangan serti

Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Ilustrasi - Para guru honorer di Kabupaten Tegal melaksanakan demo beberapa waktu lalu menuntut kelayakan upah tunjangan guru. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah guru PNS yakin bahwa pemerintah akan memperhatikan kesejahteraan pendidik. Atas dasar itu, mereka tak percaya isu penghapusan tunjangan sertifikasi guru.

Yang ada, penyesuaian administrasi saja di sekolah. Sedangkan anggaran tunjangan sertifikasi guru tetap ada.

Tri Martana seorang guru PNS di Blora mengatakan, beban tugas guru sudah sebanding dengan tunjangan yang diberikan oleh pemerintah.

"Memang beban guru ada yang lebih besar. Karena di suatu sekolah kadang jumlah guru belum mencukupi kebutuhan sehingga ada guru yang mendapat beban kerja tambahan," kata Tri Martana, Minggu 21 Agustus 2022.

Lanjutnya, dari sisi pendapatan mungkin antar propinsi berbeda.

"Antara guru yang sekolahnya bernaung pada propinsi dengan kabupaten juga berbeda," terangnya.

Tunjangan sertifikasi sangat menolong dalam peningkatan kesejahteraan guru.

"Mungkin penggunaannya bergantung pada kebutuhan masing-masing guru. Saya pribadi, dana itu untuk beli tanah dan rumah," terangnya. Kebetulan rumahnya dekat dengan sekolah tempatnya mengajar, sehingga tak butuh mobil. "Untuk menambah pengetahuan setiap tahun ada alokasi untuk membeli buku," ujar Tri Martana.

Diakuinya selama ini pencairan tunjangan sertifikasi guru di Blora lancar. Dia berharap untuk selanjutnya pencairan dijadikan satu dengan gaji bulanan. Biar mudah administrasinya. Selain itu, bank yang ditunjuk sebagai tempat pencairan sebaiknya sama dalam jangka panjang.

Tri Martana mengaku mengajar IPS 12 jam dan Olah Raga 6 jam dan Waka kurikulum. "Kalau dikonversi menjadi total 30 jam," ucap Tri Martana. Disebutnya, tunjangan sertifikasi guru yang dia terima hampir Rp 4 juta.

Transfer By System

Kasi Disiplin dan Kesejahteraan GTK Dinas Pendidikan Blora, Yusuf Fitri menerangkan, pencairan tunjangan sertifikasi guru ada dua. Yaitu pertama lewat transfer daerah, dan yang kedua dari pusat langsung kepada rekening guru.

"Untuk yang langsung guru, itu guru swasta, GTT yang bersertifikat pendidik (serdik), PPPK angkatan 2021, ini lewat Bank umum yang ditunjuk oleh pusat," ujar Yusuf Fitri, Senin 22 Agustus 2022.

Untuk yang daerah itu, PNS daerah, kemudian PPPK angkatan pertama yakni 2019 itu melalui transfer daerah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved