Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Daryono Tewas Tenggelam di Embung Sidomulyo Blora Setelah Kaki Tersangkut Tanaman Air

Daryono tenggelam di embung Dukuh Jurangjero, Desa setempat pada Rabu 24 Agustus 2022 sekira jam 13.00 WIB. 

Penulis: ahmad mustakim | Editor: m nur huda
Istimewa
Korban Daryono alias Gombloh, seorang warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora saat dievakuasi usai tenggelam di embung Dukuh Jurangjero desa setempat 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Niat ingin mencari ikan di embung, Daryono alias Gombloh, seorang warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora justru tewas tenggelam

Daryono tenggelam di embung Dukuh Jurangjero, Desa setempat pada Rabu 24 Agustus 2022 sekira jam 13.00 WIB. 

Kasubbag Humas Polres Blora, AKP Budi Yuwono, mengungkapkan, peristiwa bermula saat korban bersama temannya, Supriyadi akan mencari ikan pada jam 12.45 WIB menggunakan jaring. 

Korban berjalan kaki dari tepi menuju ke tengah untuk mengecek dengan jarak dari tepi ke posisi korban sekira 25 meter, Supriyadi berada di tepi Embung. 

"Melihat korban berteriak minta tolong karena kakinya tersangkut tanaman di dalam air dengan kedalaman air sekira 2,5 meter di embung tersebut," terang AKP Budi Yuwono. 

Korban tidak tampak lagi (tenggelam) kemudian Supriyadi berteriak minta tolong dan datang para warga sekitar ke lokasi tersebut.

Kades Sidomulyo, Suyatman yang berada di rumah mendapat kabar tersebut langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarejo. 

Suyatman mendatangi embung dan mendapati para warga melakukan pencarian korban dengan menyelami embung tersebut. 

Sekira jam 15.30 WIB korban berhasil ditemukan. 

"Korban berhasil dievakuasi kemudian dibawa kerumahnya dengan kendaraan pick up," jelas AKP Budi Yuwono. 

Dalam perjalanan berpapasan dengan petugas BPBD Kabupaten Blora yang dipimpin Supardan.

Sesampainya di rumah duka, petugas medis Puskesmas Banjarejo bersama Polsek Banjarejo melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. 

Adapun, hasil pemeriksaan oleh petugas Polsek Banjarejo beserta time medis puskesmas Banjarejo oleh Mei Familu Wulandari dan Inka N. tidak ada tanda-tanda kekerasan. 

"Tidak ada lebam, tidak ada jeratan, tidak ada keluar cairan dari anus maupun alat kelamin dan korban dalam keadaan sudah meninggal dunia," urai AKP Budi Yuwono. 
      
Adapun ciri - ciri korban, tinggi badan 170 cm, berat badan 70 kg, kulit sawo matang dan rambut pendek warna hitam. 

Selanjutnya dari petugas Polsek Banjarejo menyerahkan jenasah kepada keluarga korban untuk dimakamkan sesuai adat yang ada.

"Untuk barang bukti yakni sebuah kaos oblong lengan pendek warna hitam dan celana dalam warna coklat," pungkas AKP Budi Yuwono. (kim)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved