Berita Nasional
Benarkah Insiden Sofa Pemicu Kemarahan Ferdy Sambo? Cerita Putri Candrawathi Dinanti
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menjadi sosok yang sangat penting terkait pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J
TRIBUNJATENG.COM - Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menjadi sosok yang sangat penting terkait pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J .
Sejak awal kasus menjadi heboh, nama Putri selalu dikaitkan.
Karena itulah kesaksian dari Putri pun sangat dinantikan.
Baik oleh keluarga Brigadir J, maupun masyarakat yang sejak awal penasaran dan mengikuti kasus ini.
Baca juga: All Indonesian Semifinal di Kejuaraan 2022, Ahsan/Hendra Vs Fajar/Rian, Berikut 4 Fakta Uniknya
Baca juga: Masril Ditangkap Setelah Unggah Konten Terkait Ferdy Sambo, Ini Isi Kontennya
Dari mulut istri Ferdy Sambo lah, fakta terkait motif pembunuhan Brigadir J diharapkan bisa terungkap.
Terlebih belakangan, isu liar soal dugaan motif Ferdy Sambo menghabisi nyawa Brigadir J beredar luas.
Isu tersebut menyinggung soal dugaan perselingkuhan antara Putri Candrawathi dan Brigadir J
Cerita soal motif dugaan asusila atau perselingkuhan dalam kasus pembunuhan Brigadir J juga berhembus saat rapat kerja DPR dengan Kapolri.
Saat itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sarifuddin Sudding menanyakan soal hal tersebut.
Sarifuddin Sudding sempat membacakan kronologi peristiwa yang memicu Ferdy Sambo bernafsu untuk membunuh Brigadir J.
Kronologi dari insiden tersebut terdiri dari dua bagian.
Pertama adalah saat Brigadir J disebut hendak menggendong Putri Candrawathi yang sedang tertidur di sofa ruang tamu rumah Ferdy Sambo di Magelang pada 4 Juli 2022.
Kedua adalah di tanggal 7 Juli 2022, yakni saat Brigadir J kedapatan memasuki kamar Putri Candrawathi di lantai dua rumah Magelang.
Dua insiden penting itu diduga disaksikan oleh Kuwat Maruf.
"Pada siang hari si Putri tidur di sofa di ruang tamu. Lalu kemudian datang Brigadir J ingin membopong, mengangkat Putri untuk masuk dalam kamar. Melihat kejadian itu si Kuwat membentak Brigadir J agar tidak melakukan itu dan menyentuh ibu, dan mengurungkan niatnya," ujar Sarifuddin Sudding dalam RDP DPR RI bersama Kapolri pada Rabu (24/8/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sandiwara-Putri-Candolar-tutup-mulut.jpg)