Berita Pekalongan

Paripurna Istimewa, Puncak Peringatan HUT ke 400 Kabupaten Pekalongan

DPRD Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/8) sore gelar sidang Rapat Paripurna Istimewa.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun memberikan potongan tumpeng kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam rapat Paripurna Istimewa, Kamis (25/8/2022) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dalam puncak peringatan Hari Jadi ke 400 tahun Kabupaten Pekalongan, DPRD Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/8/2022) sore menggelar sidang Rapat Paripurna Istimewa, di kantor DPRD setempat.

Kegiatan dihadiri Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi usai penyerahan bendera Pataka dari Pendopo lama Nusantara Kota Pekalongan kepada Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun di kantor dewan setempat.

Rapat paripurna istimewa peringatan hari jadi tahun ini dipimpin oleh Wakil Pimpinan DPRD, Sumar Rosul. Dalam paripurna dibacakan ringkasan sejarah hari Kabupaten Pekalongan oleh anggota Fraksi PDI P DPRD Kabupaten Pekalongan, Rosi Ardiyanti.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun mengatakan, peringatan hari jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 400 diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi semua, untuk terus bangkit dari kondisi pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan tema hari Jadi yaitu Pekalongan setara, bangkit, maju bersama. 

"Seiring dengan tema tersebut, maka optimisme harus kita bangun, kita tidak boleh kendor, nglokro dan hanya sekedar menerima apa adanya. Tetapi, perlu kerja keras, cerdas, inovatif, kreatif serta saling bahu membahu bergotong royong, bekerja sama untuk menuju kemajuan."

"Kita perlu, meneladani para pendahulu yang sudah meletakan pondasi pembangunan di Kabupaten Pekalongan 400 tahun yang lalu sampai dengan sekarang," kata Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun.

Pihaknya mengungakapkan, pembangunan Kabupaten Pekalongan harus dilaksanakan secara berkesinambungan (sustainable development), ekonomi diharapkan selalu tumbuh, masyarakat sehat, dan angka rata-rata pendidikan meningkat.

Kemudian, mendorong terbukanya lapangan kerja, sehingga tenaga kerja terserap, angka pengangguran terbuka yang masih ada sekitar 4 persen setiap tahun dapat berkurang sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terwujud.

"Saya juga berharap, agar pembangunan dibidang infrastruktur tidak ada diskriminasi antara daerah atas, tengah dan bawah. Dibidang pendidikan, tidak ada diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta."

"Semua sektor kehidupan seperti UMKM, pertanian dan industri yang ditunjang dengan pembangunan SDM masyarakat, ASN, para guru, dokter dan perawat agar tidak tertinggal oleh arus globalisasi," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved