Berita Kudus

Ketua HMI Cabang Kudus: Batasi Penerima BBM Subsidi dan Awasi Jangan Sampai Bocor

Ketua HMI Kudus, Muhammad Muhaimin angkat bicara terkait aksi unjuk rasa di DPRD.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI cabang Kudus melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kudus, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kudus, Muhammad Muhaimin angkat bicara terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan kantor DPRD Kudus, Selasa (30/8/2022).

Muhaimin menegaskan, rencana kebijakan menaikkan harga BBM subsidi dan menaikkan tarif dasar listrik dinilai kurang tepat dengan kondisi masyarakat yang sedang kesusahan saat ini.

Dia meminta, BBM subsidi tetap ada yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil, agar tidak terbebani dengan kenaikan BBM.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI cabang Kudus melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kudus, Selasa (30/8/2022).
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI cabang Kudus melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kudus, Selasa (30/8/2022). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

Namun demikian, Muhaimin meminta kepada pemerintah beserta aparat penegak hukum untuk mengawasi penyaluran BBM subsidi, supaya tidak bocor dan jatuh ke tangan orang yang salah. Seperti pengusaha-pengusaha yang tidak masuk kriteria mendapatkan subsidi BBM dari pemerintah.

"Di sini kami memperjuangkan hak-hak rakyat. Kami menuntut bahwa, isu nasional banyak sekali hal-hal yang kami anggap kurang pas, karena saat ini rakyat sedang kesusahan, yang terjadi pemerintah semakin membuat susah," terangnya usai menggelar aksi. 

Pihaknya juga meminta agar pemerintah mencabut rencana kebijakan menaikkan tarif dasar listrik, serta menindak mafia tambang dan gas yang ada di Indonesia. 

Ratusan aparat kepolisian melakukan pengamanan unjuk rasa puluhan mahasiswa dari HMI cabang Kudus di depan kantor DPRD Kudus, Selasa (30/8/2022).
Ratusan aparat kepolisian melakukan pengamanan unjuk rasa puluhan mahasiswa dari HMI cabang Kudus di depan kantor DPRD Kudus, Selasa (30/8/2022). (Tribun Jateng/Saiful Ma'sum)

Muhaimin menerangkan, pihaknya melakukan aksi unjuk rasa tidak hanya sekadar menuntut saja, namun juga memberikan tawaran usulan agar rencana kebijakan bisa dievaluasi kembali. 

Dia menegaskan, kekecewaan rakyat harus didengar pemerintah supaya rakyat tidak semakin menderita. Selanjutnya, tuntutan dan usulan dari mahasiswa yang tergabung dalam HMI bisa diteruskan ke pemerintah pusat dan DPR RI.

"Jika tuntutan ini tidak ada tindaklanjutnya, kami akan turun aksi lagi dengan lebih banyak massa," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved