UIN Walisongo Semarang

Panetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang Adakan Pengamatan Rukyatul Hilal Safar

Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan pengamatan Rukyatul hilal bulan safar pada hari Ahad, 30 Muharrom 1444 H

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan pengamatan Rukyatul hilal bulan safar pada hari Ahad, 30 Muharrom 1444 H (28/08/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan pengamatan Rukyatul hilal bulan safar pada hari Ahad, 30 Muharrom 1444 H (28/08/2022).

Kegiatan Rukyatul hilal dilakukan sebagai puncak acara dari serangkaian kegiatan pelatihan rukyatul hilal untuk pemula yang diselenggarakan oleh tim Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang.

Pelatihan Rukyatul hilal dengan lembaga falakiyah PWNU Jawa tengah dilakukan sebagai wujud Tridharma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh civitas akademika UIN Walisongo Semarang.

“Kegiatan rukyatul hilal bulan safar dilakukan menggunakan instrumen teleskop altazimuth dengan eyepece 16 mili dan menggunakan teleskop equatorial dengan detector kamera c-mos qhy 183,” tutur Tim Observer Planetarium UIN Walisongo Semarang, Fika Afhamul Fuscha, Minggu (28/08/22)

Kegiatan rukyatul hilal dilakukan pada hari kedua ijtima’ bulan safar mulai pukul 15.19 WIB (28/08/2022).

Pengamatan dilakukan pada hari kedua karena hari pertama ijtima’ bulan safar belum memenuhi imkanur rukyat.

"Alhamdulillah hari ini bisa menyaksikan hilal bersama sama dengan sekitar 20 orang dari LF PCNU se jawa tengah dengan beberapa mahasiswa dari HMJ dan pengunjung lain," tutur salah satu anggota panitia pelatihan rukyatul hilal oleh planetarium dan observatorium UIN Walisongo Semarang, Minggu (28/08/22). 

Kegiatan rukyatul hilal sempat terkendala oleh adanya gangguan ufuk yang berawan.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak berlangsung lama, sehingga sama sekali tidak mempengaruhi antusiasme para observer dan peserta pengamatan dari LF PWNU Jawa Tengah.

“Hasil pengamatan sangat jelas, kita bisa melihat hilal dengan menggunakan Image processing maupun dengan teleskop tanpa image processing dengan mata kepala kita sendiri.

Keduanya menghasilkan citra hilal yang sangat jelas dan ini merupakan moment yang sangat langka karena bisa mengumpulkan peserta LF PCNU se Jawa Tengah untuk pertama kalinya dan menyaksikan hilal secara bersama sama," tutur salah satu anggota panitia pelatihan rukyatul hilal oleh planetarium dan observatorium UIN Walisongo Semarang, Minggu (28/08/22).(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved