Berita Boyolali

SMA Pradita Dirgantara Boyolali Pakai Elaborasi Kurikulum Nasional dengan IB dan Cambridge

Keberhasilan SMA Pradita Dirgantara Boyolali tak lepas dari kurikulum yang dipakai.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Suasana SMA Pradita Dirgantara Boyolali, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Keberhasilan capaian SMA Pradita Dirgantara Boyolali mendapatkan peringkat 3 nasional sekolah terbaik tak lepas dari kurikulum yang dipakai.

Sebagai sekolah yang menyandang nama Sekolah Standar Nasional (SSN), selain menerapkan kurikulum nasional, juga mengelaborasi dengan kurikulum tambahan.

Direktur Direktorat Pengembangan SMA Pradita Dirgantara, Dwi A. Yuliantoro menyampaikan sekolahnya juga sudah terotorisasi kurikulum IB (International Baccalaureate) dan Cambridge.

"Kita menggabungkan unsur-unsur dari semuanya. Kita juga menggabungkan unsur-unsur dari semuanya. Kalu kurikulum kita berkisar di situ sih," ungkapnya, Selasa (30/8/2022).

Sementara, untuk jalur masuk pihaknya membuka dua pilihan, yakni melalui jalur prestasi dan reguler.

Untuk jalur prestasi, pihaknya mengacu pada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Di situ dijelaskan kalau kompetisi di tingkat internasional apa saja, yang recognize. Kita mengacu pada itu kalau untuk jalur prestasi," ungkapnya.

Sementara, untuk reguler banyak syarat sama seperti PPDB pada umumnya. Selain itu ada tes akademik meliputi mata pelajaran IPA, Bahasa Inggris, dan Matematika.

"Semua tes itu menggunakan bahasa Inggris," terangnya.

Semua siswa yang belajar dan diterima di SMA Pradita Dirgantara diberi beasiswa semua. Mereka tidak membayar SPP, uang gedung, maupun uang pangkal.

"Karena kita ini sekolah berasrama, mestinya kan ada biaya hidup, mereka juga tidak bayar. Artinya itu sudah termasuk dalam beasiswa," ungkapnya.

Di sisi lain, jumlah kuota tiap tahun, SMA Pradita Dirgantara hanya menerima 150 siswa. Bila tidak memenuhi kuota, hanya akan diambil yang lulus seleksi.

"Misal, dari kuota 150 itu yang memenuhi kualifikasi kita hanya 130, ya hanya itu yang kita terima. Kita hanya menerima siswa yang qualified," tandasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved