Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Duduk Perkara Warga Segel Pintu Sekolah Hingga Siswa Belajar di Teras, Bermula Dari Tanah Sengketa

Viral di media sosial, ratusan murid SD Yayasan Pendidikan Alhidayah, terpaksa belajar di teras kelas karena sekolah mereka disegel.

Editor: rival al manaf
TRIBUN MEDAN/ ALFIANSYAH
Suasana sekolah yang disegel, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SUMUT - Viral di media sosial, ratusan murid SD Yayasan Pendidikan Alhidayah, terpaksa belajar di teras kelas karena sekolah mereka disegel.

Kepala Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang  lokasi sekolah tersebut berdiri kemudian berbicara soal duduk perkara peristiwa tersebut.

Diberitakan sekolah itu disegel oleh tiga orang yang mengatasnamakan warga setempat.

Menurut keterangan Kepala Sekolah Ridwan, sejumlah warga tersebut melakukan penyegelan pada Rabu (31/8/2022), diduga karena keberatan dengan keberadaan sekolah tersebut.

Baca juga: Mabuk Berujung Petaka, AWP Meninggal Seusai Dibawa ke Markas TNI di Salatiga: Lemas dan Muntah

Baca juga: Video Wanita Muda Terjatuh Dari Atas Apartemen Di Daerah Pedalangan Banyumanik

Baca juga: Kalapnya Seorang Pria saat Pergoki Istrinya Berduaan dengan Sahabat di Toilet, Satu Nyawa Melayang

"Jadi kemarin sekitar pukul 11 siang, anak-anak masih belajar datang tiga orang, masuk ke ruangan saya bilang mau menyegel ruangan kelas yang di dekat Masjid."

"Mereka minta untuk disaksikan, namun saya menolak," kata Ridwan dikutip dari Tribun Medan, Kamis (1/8/2022).

Ridwan mengatakan, dia sempat beradu argumentasi dengan tiga orang tersebut, namun mereka tetap bersikeras menyegel sekolah.

"Nggak ada titik ketemu mereka keluar, mereka tunggu murid keluar langsung dipasangnya kayu di depan pintu, mereka buat gembok," sebutnya.

Menurutnya, diduga penyegelan sekolah ini karena tiga warga tersebut tidak senang sekolah tersebut berada di atas tanah wakaf.

"Motifnya tidak senang atas keberadaan sekolah di sini. Dan tidak semua warga, bahkan banyak warga sekolah di sini sekitar 240 orang itu warga dan sudah menamatkan seribu lebih warga setempat," ujarnya.

Kepala Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Abdul Razak mengatakan bahwa lokasi tempat sekolah berdiri memang sempat bergejolak pada tahun 2019.

Pernah diadakan pertemuan antara warga dan pihak yayasan dan terjadi sebuah perjanjian.

"Ada berita acara perjanjian di situ, salah satunya yayasan minta tempo dalam waktu dua tahun akan pindah, tapi persisnya kenapa-kenapa itu saya tak tau," tambahnya.

Namun Razak mengaku tidak mengetahui mengenai status lahan wakaf tersebut milik siapa.

Disdik minta siswa tetap belajar di kelas

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved