Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus: Rivalitas Kentut!

Belum usai kasus meninggalnya suporter PSS Sleman, Aditya Eka Putranda, Minggu (28/8/2022), bentrokan kembali terjadi sesuai laga Persis Solo melawan

Penulis: galih permadi | Editor: m nur huda
tribunjateng/grafis/bram
Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi 

Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM - Belum usai kasus meninggalnya suporter PSS Sleman, Aditya Eka Putranda, Minggu (28/8/2022), bentrokan kembali terjadi sesuai laga Persis Solo melawan PSIS Semarang.
Bentrokan seusai Derby Jateng itu terjadi di sekitar jalan Adisucipto Solo, Sabtu (3/9/2022).

Atas nama rivalitas, oknum suporter Persis Solo saling lempar batu dengan oknum suporter PSIS Semarang.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut. Polisi pun mengawal secara estafet kepulangan suporter Mahesa Jenar ke Semarang.

Menilik kasus kematian suporter di Indonesia, berdasarkan data lembaga penelitian Save Our Soccer (SOS) ada 78 suporter bola tewas sejak Januari 1995 sampai Juni 2022.

Sebanyak 17 suporter tewas dari Persebaya Surabaya, masing-masing 9 suporter Arema Malang dan Persija Jakarta, 8 suporter Persib Bandung, 5 suporter PSIS Semarang, masing-masing 4 suporter Timnas Indonesia dan Persita Tangerang, serta masing-masing 3 suporter PSMS Medan dan PSIM Yogyakarta.

Persis Solo dan Sriwijaya FC masing-masing 2 orang.

Persitara Jakarta Utara, Semen Padang, Persiba Bantul, Persipurs Jayapura, PSCS Cilacap, PPSM Magelang, Persik Kediri, PSM Makassar, Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, PSS Sleman Persela Lamongan, dan warga masing-masing 1 orang.

Data tersebut belum termasuk 4 suporter PSS Sleman yang meninggal. Terbaru, satu suporter PSS Sleman Aditya Eka Putra meninggal dunia pasca laga melawan Persebaya.

Aditya dianiaya pada Minggu (28/8/2022) pukul 00.15 di palang pintu Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Korban ditabrak oleh pelaku setelah palang rel kereta terbuka. Lalu rombongan pelaku menganiaya korban.
Salah satu tersangka (JN) melakukan provokasi. "Rombongan ini (korban) lewat, masih ada kereta, lalu palang kereta terbuka ditabraklah sama rombongan tersangka ini," kata AKP Rony.

"Rombongan tersangka salah satunya JN itu ngomong 'aku dikejar-kejar. Yang ngomong 'Aku Brajamusti, piye' salah satu dari rombongan itu (tersangka) tapi bukan JN," kata Kasatreskrim Polres Sleman, AKP AKP Ronny.

Mayoritas suporter sepak bola tewas karena pengeroyokan. Selain itu, meninggal karena jatuh dari kendaraan dan tusukan benda tajam.

Menurut KBBI, arti rivalitas yakni perihal rival; pertentangan; permusuhan; dan persaingan. Sayangnya, suporter Indonesia belum memaknai rivalitas dengan baik.

Rivalitas harusnya mengacu pada hal positif yakni prestasi klub dengan raihan trofi, loyalitas suporter hingga catatan pertemuan kesebelasan paling baik atau paling buruk.

Namun rivalitas di kalangan suporter Indonesia tidak berada di rivalitas 90 menit. Mereka memaknai rivalitas negatif hingga muncul istilah musuh bebuyutan. Bahkan rivalitas dianggap sebagai ajang balas dendam hingga membuktikan eksistensi diri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved