Opini
Opini Niken Rima Winahyu: Jika Guru Sejahtera
TERJADI kesimpangsiuran kabar RUU Sisdiknas tentang kesejahteraan guru, tunjangan profesi dan bahkan trending topic di sejumlah media massa. Gaji guru
Opini Ditulis Oleh Niken Rima Winahyu, SPd (Guru SMK Garuda Nusantara Karangawen Demak)
TRIBUNJATENG.COM - TERJADI kesimpangsiuran kabar RUU Sisdiknas tentang kesejahteraan guru, tunjangan profesi dan bahkan trending topic di sejumlah media massa. Gaji guru di Indonesi masih kecil. Itu faktanya. Padahal perjuangan guru menuju sekolah yang jauh, patut diperjuangkan. Yang pada intinya, agar hak guru mengajar mendidik siswa ada rasa nyaman dan aman. Itu harapan bersama.
Saat ini faktanya masih banyak guru di sekitar kita masih menerima intimidasi dari berbagai pihak. Dengan bahasa lain gaji tak sebanding dengan risiko pekerjaan. Namun bukan guru namanya jika ketulusan dan keikhlasan dalam mengemban tugas transfer of knowledge tidak dijalankan dengan baik.
Kisah klasik tentang guru hanya menerima honor Rp 150 ribu itu masih ada. Sehingga guru terpaksa harus jadi tukang ojek atau penjual jajanan anak bukan cerita fiktif. Itu ada dan masih mudah ditemukan. Belum lagi sekarang harga BBM Subsidi naik. Pertalite dinaikkan dan Pertamax malah ikut naik. Beban guru di bidang biaya makin bertambah. Keluh kesah guru apakah didengar pemerintah?
Minim Penghasilan
Di negara yang memiliki 2,6 juta guru ini seolah dalam keadaan timpang dari sisi kesejahteraan. Di saat puluhan ribu guru berstatus PNS telah menerima penghasilan standar juga ditambah dengan manisnya tunjangan sertifikasi pendidik, di sisi lain masih ada puluhan ribu seprofesi berjuang mati-matian demi keseteraan hak.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak pihak mulai dari pemerintah daerah sampai pemerintah pusat untuk sekedar membantu menambah kesejahteraan guru-guru kita. Namun tetap saja penghasilan pahlawan tanpa tanda jasa ini masih jauh di bawah perkapita di kampung tempat tinggalnya.
Jangankan dibandingkan dengan guru-guru di luar negeri, dengan karyawan pabrik saja gaji guru kita masih jauh untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jangan terlalu jauh melihat gaji guru di Luxemburg yang mencapai Rp 18 miliar setahun. Di Belanda mencapai Rp 900 jutaan pertahun, Finlandia Rp 800 jutaan pertahun. Berapa di Indonesia?
Azas Keadilan
Atas jasa dan jerih payah mereka, pemerintah sejak tahun 2005 telah mengeluarkan kebijakan yang digadang-gadang bisa menambah performa kesejahteraan guru. Namun hingga saat ini yang terjadi justru ketimpangan. Ada guru yang sudah mengajar 20 tahun bahkan hampir mendekati masa pensiun, namun belum juga mendapatkan hak sertifikat pendidik.
Di sisi lain, ada guru guru yang baru mengajar tiga tahun sudah sukses menikmati tunjangan sertifikasi. Tidak ada yang salah dengan tunjangan sertifikasi pendidik, hanya saja aspek lain yang harus juga diperhatikan oleh pihak Kemendiknas maupun Kemenag, yang memangku kebijakan adalah meningkatkan kualitas dari sisi profesionalitas.
Jika diukur tentang seberapa besar signifikan antara kesejahteraan dengan produktivitas kerja maka jawabannya akan bias. Namun alangkah mulianya jika guru menerima kesejahteraan atas jerih payah mereka dalam menyampaikan pesan pembelajaran terhadap masyarakat. Dengan memiliki pendapatan dalam kategori sejahtera guru akan mampu berkontribusi besar untuk diri, masyarakat, bangsa, maupun negara.
Bisa Berprestasi
Pertama, guru akan lebih leluasa mengembangkan diri. Guru yang berkembang adalah guru yang menikmati pekerjaannya dan mampu berkontribusi positif dalam bidang yang lain untuk masyarakat. Guru-guru yang telah memiliki pendapatan yang lebih baik akan leluasa dalam mengembangkan diri baik dari sisi keprofesian maupun sisi lainnya. Guru dengan beban kerja yang diembannya diharapkan dapat menerapkan empat hal yakni pedagogik, kepribadian, profesional, juga sosial.
Kedua, guru akan leluasa dalam mengukir prestasi akademik maupun nonakademik. Prestasi bagi guru adalah harga mati. Bagi siapa saja yang sudah mengikrarkan sebagai guru namun enggan berprestasi maka siap-siaplah akan tenggelam bersama kariernya.