Berita Semarang

UPDATE Pegawai Bapenda Semarang Hilang : Pemkot Tak Tahu Jika Dipanggil Sebagai Saksi Dugaan Korupsi

Hilangnya pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Iwan Budi, masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

 TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hilangnya pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Iwan Budi, masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Hingga kini, belum ada kabar keberadaannya meski sudah dilaporkan kepada kepolisian. 

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Abdul Haris mengatakan, ada beberapa kabar di luar sana terkait hilangnya Iwan Budi, termasuk adanya kabar menghilang karena tidak memenuhi pemanggilan dari Polda Jawa Tengah sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi.

Pihaknya tetap menghargai kabar tersebut. Namun, sebelumnya Pemerintah Kota Semarang tidak mengetahui adanya pemanggilan tersebut. 

"Ya itu kalau benar, kalau tidak bagaimana? Pemanggilan itu juga belum diketahui pemkot, sejauh mana dia terlibat atau tidak," terang Haris, Selasa (6/9/2022). 

Haris menyampaikan, selama ini kinerja Iwan Budi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Semarang tergolong baik.

Dia merupakan putra dari seorang mantan kepala organisasi pemerintah daerah (OPD) di Pemerintah Kota Semarang.

Dari segi materi, keluarganya tidak termasuk keluarga yang kekurangan. Dari sisi kinerja, pegawai Bapenda tersebut tercatat tidak pernah diberi hukuman disiplin pegawai. 

"Sampai sekarang penilaian tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin. Kalau ada kabar dari kepolisan tadi kan itu baru dipanggil saksi. Terdakwa atau tidak kan kita belum tahu," jelasnya. 

Dia memaparkan, sejauh ini belum ada kabar hasil berita acara hilangnya pegawai Bapenda tersebut. Dia berharap, kasus hilangnya Iwan Budi bisa segera terselesaikan.

Pihaknya akan tetap mengacu terhadap aturan dalam menentukan tindakan.

BKPP selaku pembina ASN akan mengacu pada keputusan BKN Nomor 3 Tahun 2020. Keputusan tersebut menyampaiakan apabila ada laporan resmi dari berita acara kepolisian, pejabat pegawai dalam hal ini Wali Kota Semarang akan menyatakan rekokendasi bahwa Iwan Budi dinyatakan hilang. 

Kemudian, pemkot akan menunggu hingga 12 bulan sejak pernyataan hilang. Jika tidak hasil laporan akan dinyatakan meninggal. 

Jika sebelum jangka waktu 12 bulan kembali, pihaknya akan melihat hasil berita acara kepolisian apakah ASN tersebut meninggalkan kantor secara sengaja atau terdapat persoalan lain. 

"Sebelum jangka waktu 12 bulan dia kembali, berita acara dari kepolisian akan menjadi pertimbangan apakah bisa diangkat kembali atau dikeluarkan hormat atau tidak hormat," terangnya.

Sejak dinyatakan hilang hingga 12 bulan ke depan, sambung Haris, pegawai tersebut masih berstatus ASN namun dalam kondisi hilang. Saat ini, bersangkutan masih menerima gaji. Selanjutnya, akan menunggu keputusan sesuai berita acara kepolisian. 

"Kalau keputusan dia menghilangkan diri berarti niat jelek. Berarti harus mengembalikan gaji ke negara. Kita tunggu setelah yang bersangkutan ditemukan atau keputusannya seperti apa," tambahnya. (eyf)

Baca juga: IMB Dibatalkan PTUN, Setda Kudus Masih Mempertimbangkan Banding

Baca juga: KPU Karanganyar Klarifikasi 45 Anggota Parpol Soal Status Ganda Partai

Baca juga: Pilkada 2024, Hartopo: Majikan Saya Masyarakat, Ketika Dibutuhkan Saya Siap

Baca juga: FAKTA Lain Hilangnya Pegawai Bapenda Kota Semarang, Semestinya Iwan Jadi Saksi Kasus Korupsi

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved