beacukai tanjung emas

Kunjungan BAKN DPR RI, Bea Cukai Bahas Kegiatan Ekspor Impor Pasca Banjir

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI kunjungi Bea Cukai Tanjung Emas bahas proses bisnis logistik di Pelabuhan Tanjung Emas pasca banjir

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI kunjungi Bea Cukai Tanjung Emas 

TRIBUNJATENG.COM - Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI kunjungi Bea Cukai Tanjung Emas bahas proses bisnis logistik di Pelabuhan Tanjung Emas pasca banjir rob, Senin (07/09/2022).

Dalam penjelasan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin, Bea Cukai Tanjung Emas telah maksimal berupaya dalam penanganan bencana baik saat maupun pasca Banjir Rob yang melanda.

”Banjir rob yang terjadi 23 Mei 2022 lalu merupakan kejadian alam yang tidak bisa kita prediksi.

Prioritas utama kami adalah berusaha sebisa mungkin menyelamatkan aset negara, memastikan pelayanan berjalan dengan aman dan juga memastikan keselamatan personil kami di Pelabuhan.

Karena sudah punya pengalaman atas kejadian rob lalu, mitigasi kali ini dapat dilaksanakan lebih maksimal untuk mengurangi dampak dan kerugian yang mungkin ditimbulkan,” terang Anton Martin.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Purwantoro melaporkan perkembangan proses bisnis logistik, serta upaya yang harus dilakukan dalam agenda pemulihan Pelabuhan Tanjung Emas pasca banjir rob.

“Perlu adanya penataan area pelabuhan Tanjung Emas seperti pembangunan tanggul laut dan penataan industri di Kawasan Pelabuhan,” imbuhnya.

Wakil Ketua BAKN DPR RI, Hendrawan Supratikno menambahkan, banjir rob merupakan efek pemanasan global yang tidak hanya terjadi di Indonesia.

Perlu dilakukan penanganan dan mitigasi yang lebih demi memberikan pelayanan terbaik kepada para pengusaha logistik.

“Penanganannya harus secara global. PBB juga sudah membuat satgas dan lembaga-lembaga untuk mengatasi ini.

Tinggal komitmen negara-negara di dunia untuk mengalokasikan anggarannya sehingga emisi karbon sampai (tahun) 2060 bisa ditekan seminimal mungkin,” pesan Anggota Komisi XI DPR RI tersebut. 

Pada saat bencana terjadi beberapa personil tetap tinggal menjaga aset negara berupa HCVM, Gama Ray, Kapal Patroli dan X-ray.

Sedangkan pasca banjir terjadi, Bea Cukai Tanjung Emas telah mengupayakan koordinasi dengan berbagai instansi pelabuhan dan audiensi dengan pengguna jasa dalam usaha pemulihan proses ekspor impor di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved