Berita Kudus

Rumah UMKM Kudus Rampung Oktober 2022, Telan Anggaran Rp 420 Juta

Kepala Disnaker Perinkop UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmadi mengatakan, rumah UMKM dibangun menggunakan anggaran Rp 420 juta dari APBD.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Penampakan terkini bangunan Rumah UMKM yang berada di belakang kantor Disnaker Perinkop UKM Kabupaten Kudus, Rabu (7/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kabupaten Kudus dalam waktu dekat bakal memiliki rumah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Saat ini, bangunan yang nantinya akan dijadikan sentra jual beli produk UMKM itu sedang dibangun di belakang kantor Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus.

Kepala Disnaker Perinkop UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmadi mengatakan, rumah UMKM dibangun menggunakan anggaran Rp 420 juta dari APBD.

Baca juga: Pengemis Asal Kudus Ini Bikin Syok, Punya Mobil Toyota Avanza, Pendapatan Sehari Bisa Rp 200 Ribu

Baca juga: Buruh Rokok di Kudus Tuntut Tunjangan Kemahalan‎ Dampak Harga BBM Naik

Menurutnya, pembangunan rumah UMKM ditarget selesai pada Oktober 2022, sehingga bisa digunakan untuk kemajuan UMKM tahun ini. 

"Ini upaya pemerintah daerah memfasilitasi UMKM agar bisa berkembang pesat," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (7/9/2022).

Rini menyebut, saat ini jumlah pelaku usaha kecil di Kabupaten Kudus yang terdata mencapai 17.182 orang.

Terdiri dari beberapa pelaku usaha di bidang makanan, minuman, kerajinan, dan beragam jenis usaha lainnya.

Baca juga: Kata Masan Menyoal Nasib UMKM di Kudus: Perlu Dukungan Pemerintah Daerah

Baca juga: ‎Pemkab Kudus Sisihkan Sekitar Rp 14,8 Miliar Untuk Bantuan Sosial BBM

Dia berharap, nantinya rumah UMKM juga bisa dijadikan sebagai tempat produksi dan pemasaran produk UMKM unggulan.

Selain itu, lanjutnya, rumah UMKM juga bisa dijadikan tempat pelayanan izin usaha dan legalitas produk UMKM.

Dengan maksud membantu para pelaku usaha di Kabupaten Kudus agar lebih maju.

"Perajin batik juga banyak dan harus mendapatkan perhatian."

"Kami berharap UMKM bisa naik kelas, sehingga pendapatan pelaku usaha kecil meningkat."

"Jangka panjangnya, bisa go internasional," harap Rini. (*)

Baca juga: Lurah Cabean Dipukul Oknum Satpol PP Kota Semarang? Ricuh, Warga Pusponjolo Tolak Jembatan Dibongkar

Baca juga: Lomba Membatik Diikuti 92 Siswa SD di Kota Pekalongan, Aaf: Agar Pelajar Tahu Prosesnya

Baca juga: Satu Cara Pemerintah Bikin Kota Semarang Makin Sejuk, Disperkim: Ajak Siapapun Tanam Ribuan Pohon

Baca juga: Warga Binaan Rutan Salatiga Juga Dites HIV, Tak Cuma Ikuti Vaksinasi, Ini Tujuannya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved