Berita Sukoharjo

Situs Pemerintah Rawan Diretas, Pemkab Sukoharjo Luncurkan Sukoharjokab-CSIRT untuk Keamanan Siber

Di era digital sekarang ini, keamanan siber memiliki peran sangat penting. Situs milik pemerintah pun ikut menjadi target utama.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rival al manaf
istimewa
Sukoharjokab-CSIRT  di-launching oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Selasa (6/9/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Di era digital sekarang ini, keamanan siber memiliki peran sangat penting.

Situs milik pemerintah pun ikut menjadi target utama serangan siber.

Ini yang melatarbelakangi pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) atau Goverment CSIRT pada instansi pemerintah, mulai tingkat kementerian, lembaga negara sampai pemerintah daerah.

TTIS atau Goverment CSIRT merupakan sebuah tim yang bertanggungjawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber.

Baca juga: Liga 2 Bergulir, 42 Pemain dan Official Persekat Tegal Didaftrakan ke BPJS Ketenaga Kerjaan

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 8 Subtema 4 Pembelajaran 5 Halaman 198 199 200 201 203 Kegiatan Amal

Baca juga: Modifikasi Truk Bak Jadi Truk Tangki untuk Timbun BBM Bersubsidi, Dua Pria di Demak Ditangkap Polisi

Tugas tim ini adalah melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atau data atas insiden keamanan siber yang terjadi pada organisasi.

Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika sudah mendaftarkan TTIS dengan nama Sukoharjokab-CSIRT ke Badan Siber dan Sandi Negara. 

Sukoharjokab-CSIRT  di-launching oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Selasa (6/9/2022).

CSIRT singkatan “Computer Security Incident Response Team” atau Tim Tanggap Darurat Keamanan Sistem Informasi. 

"Tim dan agen-agen insiden siber di setiap perangkat daerah agar dapat menjalankan tugas sesuai fungsinya dan melakukan monitoring keamanan terhadap informasi masing-masing,” ujar Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Rabu (7/9/2022) 

Tim yang dibentuk diharapkan menjadi subjek dalam menjalankan pengamanan sekaligus antisipasi terhadap ancaman bagi keamanan data dan sistem informasi di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Bupati menambahkan, tim CSIRT harus mampu menjalankan peran koordinatif, responsif, dan proaktif dalam menjamin ketersediaan data dan informasi yang akan digunakan dalam pengambilan kebijakan Pemkab Sukoharjo.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto, menyampaikan, secara sederhana CSIRT adalah tim tangap darurat keamanan sistem informasi.

Baca juga: 3 Aplikasi Penghasil Uang dengan Misi Membaca Berita, Dibayar Mulai dari Rp 5 Ribu

Baca juga: Info Loker Lowongan Kerja Terbaru di Semarang, Rabu 07 September 2022

Baca juga: USM dan Pemda Merauke Jalin Kerja Sama, Rektor : USM Akan Warnai Pembangunan SDM di Merauke

“Sistem ini sudah standar dari Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN dan sudah terintegrasi. Sehingga ketika ada gangguan di daerah secara otomatis akan diketahui oleh BSSN tanpa harus melaporkan secara khusus,’ jelasnya.

Menurut Suyamto, hingga akhir Agustus 2022, ancamam gangguan siber di Indonesia mencapai 8 juta kali. Artinya dalam satu bulan ada serangan 1 juta kali dan serangan sebagian besar ditujukan pada situs atau sistem yang dikelola oleh pemerintah.

“Kita tidak bisa menghilangkan serangan karena hal itu adalah “industri” bagi mereka. Tim ini penting karena pemerintah tengah menggalakkan digitalisasi sistem,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved