Berita Kudus

Diskes Kudus Temukan 386 Kasus DBD, 6 Orang Meninggal

Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kudus tembus 386 kasus, enam orang di antaranya dilaporkan meninggal

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: muslimah
istimewa
Salah satu upaya mencegah terjangkit demam berdarah dengue (DBD) yaitu dengan melakukan fogging di area rumah atau tempat tinggal. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kudus tembus 386 kasus.

Jumlah tersebut ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) sepanjang periode Januari-Agustus 2022, enam orang di antaranya dilaporkan meninggal.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, dr Andini Aridewi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Darsono mengatakan, kasus DBD ditemukan di wilayah 19 puskesmas yang ada di Kudus. Meliputi, Puskesmas Kaliwungu, Sidorekso, Wergu Wetan, Purwosari, Rendeng, Jati, Ngembal Kulon, Undaan, Ngemplak, Mejobo, Jepang, Jekulo, Tanjungrejo, Bae, Dersalam, Dawe, Rejosari, Gribig, dan Gondosari.

Menurut Darsono, tiga wilayah dengan temuan kasus terbanyak ada di Puskesmas Tanjungrejo sebanyak 39 kasus, Puskesmas Kaliwungu 38 kasus, dan Puskesmas Jati 34 kasus.

"Dari 19 puskesmas, total sepanjang Januari-Agustus ditemukan 386 kasus dari total penduduk 863.485 jiwa," terangnya, Kamis (8/9/2022).

Dia menyebut, angka kasus DBD terbanyak ditemukan periode April mencapai 83 kasus. Secara rinci, 51 kasus ditemukan pada Januari, 52 kasus pada Februari, 35 kasus sepanjang Maret, dan 83 kasus pada April. Sementara angka kasus DBD periode Mei, Juni, Juli, dan Agustus, masing-masing 45 kasus, 43 kasus, 38 kasus, dan 39 kasus.

Darsono menyampaikan, angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) mencapai 1,55 persen, yaitu enam orang dilaporkan meninggal dari 386 kasus yang ada. Meliputi, satu kasus pada Januari, dua kasus Februari, dan masing-masing satu kasus April, Mei, dan Juni. 

"Dari total kasus, semua tertangani oleh tim medis dari puskesmas setempat," ujarnya. 

Tingginya angka kasus DBD yang ada, Darsono mengimbau kepada masyarakat Kudus agar lebih memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat.

Serta memperhatikan 3M plus untuk menekan angka terjadinya kasus DBD. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved