Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Menggerakkan Bisnis Anak Muda

MENGGUGAH anak muda untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi kota menjadi keniscayaan. Potensi ekonomi kreatif

Tayang:
Penulis: moh anhar | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Moh Anhar wartawan Tribun Jateng ok 

Oleh Moh Anhar

Wartawan Tribun Jateng

MENGGUGAH anak muda untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi kota menjadi keniscayaan.

Potensi ekonomi kreatif dengan makin terbukanya peluang profesi dan jenis mata pencaharian baru menjadi tangga untuk menapak pemenuhan ekonomi para anak muda ini.

Kota Semarang yang makin menunjukkan wajah pembangunan, khususnya infrastruktur, yang lebih maju. Dari sisi wajah infrastruktur yang maju ini, maka sudah seharusnya berjalan beriringan dengan hal-hal penopang kegiatan ekonomi lainnya.

Pandemi covid-19, yang berlangSung selama lebih dua tahun terakhir ini, dampaknya masih begitu terasa bagi dunia usaha.
Simpul-simpul ekonomi yang sudah menjadi "trade mark" bagi Kota Semarang, yakni Pasar Johar masih membutuhkan upaya untuk bangun kembali.

Pascakebakaran pada 2015, lalu pindah di lahan relokasi di Jl Arteri Soekarno-Hatta, dan tahun ini pasar dikembalikan lagi di lokasi asal.
Simpul-simpul ekonomi baru bermuculan lewat Warmindo hingga kedai-kedai kopi, bahkan juga game Mobile Legends dan sejenisnya. Mal-mal baru saling berlomba dalam pembangunan dan segera buka dalam waktu dekat.

Meski sebenarnya, aktivitas ekonomi lebih fleksibel dengan melesatnya bisnis online. Lewat dunia maya menjadikan aktivitas ekonomi bia dilakukan di mana saja dan kapan saja, tanpa terbatasi ruang dan waktu.

Anak muda bukan sekadar sasaran target pasar produk-produk komersial, berpola konsumtif, hingga gaya hidup hedon.

Unggahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada akun Instagram pribadinya @hendrarprihadi pada 8 September 2022 menarik untuk disimak. Ia bercerita bagaimana ia berusaha menghidupkan geliat perkotaan, yang selama ini Kota Semarang cuma dibilang sepi-sepi saja, hingga disebut mirip kota pensiunan.

Sebagai triknya, ia mengumpulkan anak-anak muda untuk dimintai pendapat: apa yang bisa bikin bangga anak muda dengan kotanya?

Jawabannya: anak-anak muda perlu digerakkan, di samping juga Pemerintah menerapkan pembangunan
yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Tak dipungkiri, keberadaan Kota Semarang sebagai ibukota provinsi seringkali diperbandingkan dengan ibukota provinsi lainnya di Jawa. Misal: Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta.

Semarang dianggap tertinggal dengan kota-kota tersebut. Penilaian sederhana dari sudut pandang anak muda, menurut mereka, event hiburan berskala besar jarang digelar di sini.

Namun, jangan pesimistis, untuk event hiburan dalam sebulan terakhir, sejumlah panggung musik di beberapa tempat di Kota Semarang hingar bingar, baik artis nasional mapun luar negeri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved