Opini

Opini Aji Sofanudin : Generasi Kahira Ummat

Ormas Muhammadiyah berencana menggelar gerak jalan sehat serentak se-Jawa Tengah, 11 September 2022 mulai pukul 07.00 WIB.

tribunjateng/bram
Opini ditulis oleh Dr Aji Sofanudin, M.Si/Peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang 

Oleh Aji Sofanudin

Senior researcherpada Pusat Riset Agama dan Kepercayaan BRIN

Ormas Muhammadiyah berencana menggelar gerak jalan sehat serentak se-Jawa Tengah, 11 September 2022 mulai pukul 07.00 WIB.

Acara ini merupakan inisiatif Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah yang diikuti oleh pimpinan daerah, cabang, ranting, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta simpatisan Muhammadiyah di Jawa Tengah. Gerak jalan ini bersifat terbuka dan bisa diikuti oleh seluruh masyarakat Jawa Tengah.

Gerak jalan ini dilakukan dalam rangka gebyar Pra Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah. Panitia penyelenggara menyediakan berbagai doorprize seperti empat tiket umroh, sepeda motor, lemari es, televisi, rice cooker, kipas angin, dan lain sebagainya.

Start dan finish kegiatan gerak jalan di halaman kantor gubernur Jawa Tengah. Masyarakat yang tertarik mengikuti gerak jalan ini, bisa mengambil kupon di seluruh kantor Muhammadiyah dan AUM seperti sekolah, madrasah, kampus, dan rumah sakit milik Muhammadiyah di seluruh Jawa Tengah.

Muktamar ke-48 Muhammadiyah

Muktamar Muhammadiyah sendiri rencananya akan dilaksanakan di Surakarta, 18-20 November 2022. Forum ini digelar untuk memilih anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027 dan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027.

Tema muktamar kali ini adalah “memajukan Indonesia, mencerahkan semesta”. Muhammadiyah berusaha berkhidmat memberikan pelayanan dan melaksanakan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Muktamar adalah permusyawaratan tertinggi di Muhammadiyah. Selain momen regenerasi, Muktamar adalah momen silaturahmi dan kolaborasi warga persyarikatan se-Indonesia bahkan Dunia. Sedianya Muktamar ke-48 dilaksanakan tahun 2020, namun karena persoalan pandemi diundur tahun 2022 ini. Sesuai agenda, pembukaan Muktamar Muhammadiyah akan berlangsung di Stadion Manahan Solo oleh Presiden Jokowi.

Terkait kajian eksistensi dinamika Muhammadiyah, Majalah Suara Muhammadiyah Edisi No 16 tahun 2022 menurunkan tema “Membesarkan Muhammadiyah”. Pertanyaan kritisnya adalah apakah Muhammadiyah kecil sehingga perlu dibesarkan? Bukankah pengaruh Muhammadiyah cukup besar di republik ini?

Dokumen lama yang ada di Suara Muhammadiyah menyebutkan bahwa orang luar selalu mengira warga Muhammadiyah itu sangat besar. Namun, pada kenyataannya anggota Muhammadiyah tidak sebanding dengan daya pengaruh yang telah dihasilkannya.

Dengan kata lain, jumlah warga Muhammadiyah yang relatif kecil tidak pernah menjadi penghalang bagi Muhammadiyah untuk melakukan seluruh perbuatan baiknya. Apalagi doktrin yang diajarkan KH Ahmad Dahlan adalah “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah”. Semangat “memberi” dan filantropi keluarga besar Muhammadiyah tidak ada yang meragukan.

Para pimpinan Muhammadiyah menyadari betul agar umat bangkit menjadi generasi unggul (khaira ummah) di dunia nyata. Umat harus melakukan perubahan yang signifikan membangun keunggulan dirinya. Hal tersebut bisa dimulai dari membangun keunggulan ekonomi dan pendidikan, kemudian membangun kekuatan lainnya.

Pimpinan Muhammadiyah menyadari bahwa perbedaan paham keagamaan (khilafiyah) diupayakan agar tidak mengganggu ukhuwah dan kekuatan umat Islam. Jauhi perasaan paling besar atau paling benar sendiri. Hal tersebut justru menimbulkan kesenjangan dan ketegangan di tubuh umat.

Pesan dalam Alquran Kuntum khaira ummatin ukhrijat lin-nāsi ta`murụna bil-ma'rụfi wa tan-hauna 'anil-mungkari wa tu`minụna billāh menjadi pegangan seluruh keluarga besar Muhammadiyah. Kamu adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.

M Quraish Shihab menjelaskan bahwa QS Ali Imron (3): 110 tersebut berbicara umat Islam agar menjadi ummatan washatan, menjadi umat yang terbaik, umat pilihan, umat yang adil dan seimbang kehidupannya. Tiga prasyarat utamanya adalah amar ma’ruf, nahi munkar dan beriman kepada Allah SWT.

Selain memilih pimpinan pusat yang baru, agenda Muktamar Muhammadiyah hemat kami perlu memikirkan langkah nyata membangun keunggulan, kemandirian dan daya saing umat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan harga mati yang terus dan terus untuk diperjuangkan Muhammadiyah. Generasi unggul, khaira ummat menjadi tujuan yang tidak bisa ditawar-tawar. Wallahu’alam.

Baca juga: Fokus : Menggerakkan Bisnis Anak Muda

Baca juga: Sedang Berlangsung Babak II Skor 2-1 PSIS Semarang Vs Persikabo Liga 1 2022, Tonton Live Streaming

Baca juga: Pria di Purbalingga Ini Tega Lakukan Tindakan Asusila Terhadap Kerabat yang Masih Dibawah Umur

Baca juga: Senam Bersama Peringati Haornas 2022 di Banyumas, 1.540 Kuliner Tradisional Dibagikan Gratis

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved