Berita Kriminal

Detik-detik Pria Kudus Jadi Tahanan Bea Cukai Kabur Bawa Mobil Petugas dengan Tangan Terborgol

Detik-detik kaburnya tahanan Bea Cukai Bojonegoro diungkap Kasi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bojonegoro.

Editor: rival al manaf
Tribun Jatim/M Sudarsono
Tahanan kabur menabrak dua mobil dokter yang terparkir hingga rusak lumayan berat. 

TRIBUNJATENG.COM, TUBAN - Detik-detik kaburnya tahanan Bea Cukai Bojonegoro diungkap Kasi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bojonegoro, Frederich Yunianto. 

Tahanan bernama Abdul Sukur (36), warga asal Kabupaten Kudus, itu kabur membawa mobil petugas dengan keadaan tangan masih terborgol.

Peristiwa itu terjadi saat akan mengurus swab antigen dan surat sehat di RSUD dr Koesma Tuban, Sabtu (10/9/2022) sekitar pukul 13.40 WIB.

Baca juga: Sukun Tour de Muria, Upaya Promosi Wisata dan Potensi Daerah Diikuti Ratusan Pesepeda

Baca juga: Klasemen BRI Liga 1 Setelah PSS Sleman Taklukan Persis Solo, PSIS Semarang Ikut Tergusur

Baca juga: Polisi Selidiki CCTV yang Mengarah ke TKP Penemuan Jenazah Diduga Iwan Budi PNS Bapenda

Rencananya, tersangka kasus rokok ilegal itu akan dititipkan di Lapas Kelas IIB Tuban, sebagaimana lokasi diamankan oleh tim Bea Cukai di kawasan Kecamatan Bancar, Tuban, Juni lalu.

Abdul Sukur datang ke rumah sakit pelat merah dikawal empat petugas Bea Cukai menggunakan mobil Avanza silver nopol S 1087 BQ.

Saat petugas turun ke IGD untuk menanyakan permintaan swab antigen dan surat sehat, tersangka yang masih di dalam mobil berontak membawa kabur mobil dalam kondisi tangan terborgol.

Beberapa petugas yang ada di sekitar mobil berusaha mengadang, bahkan ada yang sampai tertabrak, namun tidak berhasil menghentikan.

"Tersangka mengemudi mobil dalam kondisi terborgol plastik, diadang namun masih tancap gas hingga menabrak salah satu anggota kami, tapi kondisinya tidak apa-apa," kata Kasi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bojonegoro, Frederich Yunianto saat dikonfirmasi.

Frederich Yunianto menjelaskan, petugas berusaha mengejar untuk mencari pelaku, namun tidak berhasil menangkap.

Disinggung sosok pelaku, Abdul Sukur merupakan residivis tersangka kasus rokok ilegal.

Barang bukti yang diamankan petugas saat itu sekitar hampir 1 juta batang, dengan nilai kerugian negara ditaksir Rp 400-500 juta.

Bahkan, pelaku ini sebelum kabur dari RSUD juga sudah pernah kabur sebelumnya.

"Jadi sudah pernah ditangkap, saat di Bojonegoro kabur diamankan di Kudus, lalu saat di Tuban kabur lagi dan ini belum ditemukan. Kita jerat pasal 57 undang-undang cukai, ancaman minimal 1 tahun maksimal 5 tahun," bebernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Gananta, menyatakan saat akan kabur tersangka masih di dalam mobil, sementara petugas turun ke IGD untuk menanyakan perihal swab.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved