BLT BBM di Jateng
Polresta Solo Merespon Teknis Penyaluran BLT BBM, Alhamdulillah Kondusif
Meski sempat muncul kabar BLT yang disalurkan tidak tepat sasaran masyarakat, namun dalam penyalurannya masih berlangsung kondusif.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Polresta Surakarta menerjunkan empat personel di masing-masing titik penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM.
Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi dan mengatur warga bila terjadi antrean panjang.
"Tiap titik penyaluran BLT BBM kami tempatkan empat personel untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan."
"Baik itu di tingkat kelurahan maupun di Kantor Pos," terang Wakapolresta Surakarta, AKBP Gatot Yulianto kepada Tribunjateng.com, Senin (12/9/2022).
Baca juga: Polsek Laweyan Solo Bagikan Sembako dari Kapolda Jateng untuk Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM
Baca juga: Penyaluran BLT BBM di Solo, Beberapa Warga di Jagalan dan Mojosongo Keluhkan Tak Tepat Sasaran
AKBP Gatot menjelaskan, sejauh ini penyaluran BLT BBM di Kota Surakarta berlangsung kondusif.
Tidak ada gejolak di lokasi pembagian karena dampak dari antrean panjang masyarakat.
"Sejauh ini kondusif, tidak ada hal yang tak diinginkan."
"Sesuai dengan yang diharapkan," tuturnya.
Seperti diketahui, Pemkot Surakarta mulai menyalurkan BLT dampak kenaikan BBM subsidi sejak Jumat (9/9/2022).
Meski sempat muncul kabar BLT yang disalurkan tidak tepat sasaran masyarakat, namun dalam penyalurannya masih berlangsung kondusif.
Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Motor Astrea Terbakar Usai Dihantam Scoopy di Bondowoso
Baca juga: Mahasiswa Solo Raya Demo Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM di Depan DPRD, Beri Waktu 2 Hari
Sementara itu, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka tidak menampik adanya keluhan langsung yang dia terima dari warga terkait penyaluran BLT BBM.
Selain di Jagalan, warga di wilayah Kelurahan Mojosongo juga mengeluhkan hal serupa.
"Ada beberapa di Mojosongo dan beberapa tempat lain," ungkapnya kepada Tribunjateng.com, Senin (12/9/2022).
Gibran mengungkapkan, Kemensos kemungkinan masih menggunakan data lama warga yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Sementara kondisi penerima PKH saat ini sudah tidak layak mendapatkan bantuan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penyaluran-blt-bbm-jagalan-solo.jpg)