Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kami Seperti Cari Kucing dalam Karung, Penyegelan Lapak Johar Baru Semarang, Banyak Data Tak Jelas

Satpol PP masih kesulitan melakukan penyegelan karena data pedagang yang tidak menempati lapak di Johar baru masih belum jelas.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang kembali melakukan penyegelan lapak di Pasar Johar baru, Selasa (13/9/2022).

Penyegelan dilakukan karena lapak tidak ditempati oleh pemiliknya. 

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, ada 15 lapak yang disegel dan 11 lapak yang dibuka segel.

Baca juga: 70 Persen Telur Buaya di Taman Margasatwa Semarang Segera Menetas Bulan Oktober 2022

Baca juga: Nasib Karier 2 Non ASN Pemprov Jateng Selingkuh, Tepergok Mobil Goyang di Pantai Marina Semarang

Lapak yang dibuka segel merupakan lapak yang sudah ditempati pedagang. 

Diakuinya, Satpol PP masih kesulitan melakukan penyegelan karena data pedagang yang tidak menempati lapak di Johar baru masih belum jelas.

Dia meminta Paguyuban Pedagang Jasa Pasar (PPJP) Johar Semarang segera menyerahkan data pedagang yang tetap bertahan di eks relokasi Pasar Johar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Lalu pedagang yang bersedia pindah ke Pasar Johar baru. 

"Kami seperti mencari kucing dalam karung."

"Maka, kami sampaikan kepada PPJP Johar untuk membuat surat ke Disdag Kota Semarang agar tidak dua kaki."

"Kalau mau di MAJT ya di MAJT, kalau mau di Pasar Johar ya Pasar Johar," terang Fajar melalui Tribunjateng.com, Selasa (13/9/2022). 

Baca juga: UPDATE : Polisi Dalami Motif Lain Selain Kasus Korupsi Dibalik Penemuan Jenazah di Marina Semarang

Fajar melanjutkan, penyegelan akan dilanjutkan pada Kamis (15/9/2022) dengan membawa surat pernyataan untuk pedagang.

Pedagang akan diminta memilih berjualan di MAJT atau di Pasar Johar baru.

Pasalnya, masih banyak pedagang yang menunggu untuk dilakukan penataan di Johar baru. 

"Masih ada ribuan yang belum dapat."

"Tugas kami menegakan aturan."

"Kami agak pusing ngalor ngidul begitu, mana yang harus kami police line," terangnya. 

Petugas Satpol PP Kota Semarang melakukan penyegelan lapak di Pasar Johar baru, Selasa (13/9/2022).
Petugas Satpol PP Kota Semarang melakukan penyegelan lapak di Pasar Johar baru, Selasa (13/9/2022). (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN)

Menurutnya, data dari PPJP Johar Semarang ada sekira 100 lapak yang tidak ditempati karena pedagang memilih bertahan di eks relokasi.

Namun, pihaknya belum dapat menyegel lantaran tidak ada data secara lengkap. 

Kabid Penataan Disdag Kota Semarang, Ali Sofyan mengatakan, lapak yang disegel merupakan yang tidak ditempati selama tiga bulan berturut-turut.

Selain itu, penyegelan juga dilakukan terhadap lapak yang disewakan. 

"Awalnya ada 58 lapak yang disegel."

"Kemudian, pedagang ada yang klarifikasi ke Satpol PP Kota Semarang, berjanji untuk menempati."

"Kemudian, ada dua lapak yang disewakan, langsung disegel permanen," terang Ali kepada Tribunjateng.com, Selasa (13/9/2022). 

Baca juga: Empat Napi Kasus Karupsi yang Mendekam di Lapas Kedungpane Semarang Bebas Bersyarat, Ini Daftarnya

Menurut Ali, penyegelan selanjutnya masih menunggu dari PPNS Satpol PP Kota Semarang.

Pihaknya akan menunggu surat dari PPJP Johar Semarang terkait lapak yang tidak ditempati.

Setelah itu, Disdag akan melayangkan surat ke Satpol PP untuk menyegel lapak tersebut. 

Dia menyebutkan, total keseluruhan di Johar baru ada sekira 2.000 lapak.

Tingkat keterisian di Johar Utara sudah di atas 80 persen.

Keterisian di Johar Selatan baru di lantai 1.

Lantai 2 Johar Selatan baru terisi 10 persen. 

"Yang Johar Selatan atas belum karena rencana untuk penempatan gelombang kedua."

"Di Kanjengan juga baru terisi lantai 1."

"Lantai 2 ke atas belum," tambahnya. 

Menurutnya, semua lapak sudah terundi tapi belum ditempati oleh pedagang.

Maka, Satpol PP Kota Semarang bertindak melakukan penegakan Perda terhadap lapak-lapak yang tiga bulan berturut-turut tidak ditempati. 

"Sebenarnya, target terisi semua, tetapi karena MAJT buka, kendala seperti ini."

"Kalau MAJT tidak ada aktivitas harapannya segera penuh," ujarnya. (*)

Baca juga: Kumpulan Doa Bagi Orang Tua untuk Anaknya Agar Menjadi Anak Hebat, Mustajab dan Diijabah

Baca juga: Kenali Gejala Diabetes Selain Kadar Gula Darah Tinggi yang Jarang Disadari, Dianggap Wajar

Baca juga: Kekurangan Personel Pembina, Pramuka Kwarcab Pati Gelar Kursus Mahir Dasar

Baca juga: Langka : Penerima BLT BBM di atas Becak Bernama Mbah Runi Ini Akan Sedekahkan Sebagian Uangnya

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved