Berita Salatiga

Ketua DPD PKS Kota Salatiga Latif Nahari: Tanpa Menaikkan Harga BBM, APBN Tergolong Aman

DPD PKS Kota Salatiga gelar aksi penolakan kenaikan BBM subsidi dengan Flash Mob.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: sujarwo
Tribunjateng.com/Hanes Walda
Ratusan simpatisan DPD PKS Kota Salatiga gelar aksi penolakan kenaikan BBM di Bundaran Kota Salatiga, Minggu (11/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – DPD PKS Kota Salatiga gelar aksi penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dengan Flash Mob.

Aksi ini digelar di Bundaran Kota Salatiga dengan menyampaikan tiga point pernyataan sikap bersama seratus simpatisan PKS Kota Salatiga.

Ketua DPD PKS Kota Salatiga, Latif Nahari mengatakan pernyataan sikap tersebut bahwa kondisi masyarakat sedang berat saat pandemi covid-19 dan belum pulih dengan benar.

“Kebijakan kenaikan BBM subsidi sangat tidak tepat,” kata Latif kepada Tribunjateng.com, Minggu (11/9/2022).

Menurutnya kenaikan harga BBM akan menurunkan daya beli masyarakat sehingga daya beli masyarakat semakin rendah.

Dikatakannya, pembatalan kenaikan harga BBM solusi untuk bangkit bersama memulihkan ekonomi masyarakat.

Ratusan simpatisan DPD PKS Kota Salatiga gelar aksi penolakan kenaikan BBM di Bundaran Kota Salatiga, Minggu (11/9/2022).
Ratusan simpatisan DPD PKS Kota Salatiga gelar aksi penolakan kenaikan BBM di Bundaran Kota Salatiga, Minggu (11/9/2022). (Tribunjateng.com/Hanes Walda)

“Dengan hal itu DPD PKS kota Salatiga berserta masyarakat Salatiga yang sependapat dengan kami, Pemerintah wajib membatalkan kenaikan harga BBM,” paparnya.

Pernyataan sikap dengan flash mob itu bertujuan menolak kenaikan BBM bersubsidi serta pihaknya ingin menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Sebenarnya kami sudah memiliki anggota di parlemen, namun suara kami tidak didengar penguasa sehingga kami ingin bersama dengan masyarakat menyuarakan aspirasi kita semuanya,” jelasnya.

Dirinya mengaku bukan tidak mampu mendatangkan seribu orang untuk aksi namun dirinya lebih memilih mengedepankan kenyamanan warga Salatiga.

Menurutnya kenaikan harga BBM akan berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok sehari-hari.

“Tadi ibu-ibu ada yang bersama kita, emak-emak menjerit, emak-emak menangis belanja meraka yang satu bulan mungkin 20 hari sudah habis,” ungkapnya.

Latif menambahkan para pengurus PKS dari kecamatan sudah menyampaikan ke DPD PKS agar menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Terkait harga kebutuhan pokok salah satunya telur yang mulai naik harganya, kemungkinan akan diikuti kebutuhan pokok lainnya,” katanya.

Hal tersebut sangat memberatkan masyarakat. Sebab masyarakat baru mulai pulih dari pandemi covid-19.

“Kita harus bersuara, kita adalah wakil rakyat. Partai politik harus berjuang menyuarakan kepentingan masyarakat,” paparnya.

Menurut Latif, berdasarkan laporan fraksi PKS di DPR RI tanpa menaikkan harga BBM, APBN tergolong aman.

“Sebenarnya kalau pemerintah serius jangan hanya membangun fisik semata seperti IKN semangat, kereta cepat Bandung-Jakarta semangat,” ungkapnya.

“Tapi untuk kepentingan masyarakat seakan-akan penguasa lalai mendengarkan jeritan masyarakat,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved