Berita Slawi

 Kiat Bangkit Dari Dampak Pandemi Covid-19 Ala Ivon, "Ciptakan Inovasi dan Lihat Kebutuhan Pasar"

Dampak pandemi Covid-19 terutama di sektor ekonomi sangat dirasakan oleh sebagian masyarakat, tak terkecuali Owner Izzi Craft

desta leila kartika
Foto Owner Izzi Craft, Ivon Linza Kurniasih (40), sedang merapihkan produk aksesoris koleksinya. Berlokasi di rumah produksi yang beralamat di Desa Karanganyar, RT 01/RW 02, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dampak pandemi Covid-19 terutama di sektor ekonomi sangat dirasakan oleh sebagian masyarakat, tak terkecuali Owner Izzi Craft, Ivon Linza Kurniasih, bahkan sampai mengalami penurunan omzet hingga 60 persen.

Hal ini Ivon ceritakan, saat Tribunjateng.com datang langsung ke rumah produksi dan lapak jualannya, di Desa Karanganyar, RT 01/RW 02, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jumat (9/9/2022).

Merintis usaha yang awalnya fokus menjual beragam aksesoris sejak tahun 2017 lalu, Ivon terus berinovasi dan menyesuaikan minat pasar sehingga terus berkembang.

Dari yang awalnya fokus membuat dan menjual aksesoris saja, saat ini usaha yang diberi nama Izzi Craft juga menyediakan aneka alat dan bahan pembuatan aksesoris, bahan kerajinan, bahan hampers hantaran dan mahar, bunga artificial, bahan buket bunga, dan masih banyak lagi.

Hampir lima tahun merintis usaha, perempuan 40 tahun ini mengaku terpaan pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dengan omzet penjualan yang turun sampai 60 persen.

"Saat awal-awal pandemi Covid-19, penjualan kami benar-benar sepi terutama yang bahan baku pembuatan aksesoris. Karena kebanyakan pelanggan kami adalah penjual aksesoris di CFD, Alun-alun, dan lain-lain, nah selama pandemi kan tutup sehingga mereka juga stop jualan, stop produksi. Imbasnya omzet saya sangat drop turun sekitar 60 persen," ungkap Ivon, pada Tribunjateng.com. 

Meskipun mengalami penurunan omzet sampai 60 persen, Ivon mengatakan tiga karyawan yang membantu proses produksi selama ini tetap bertahan, tidak ada yang diberhentikan.

Tapi memang menggunakan sistem shift, atau bergantian melihat pesanan sedang banyak atau tidak.

"Iya, alhamdulillah masih tetap kerja, tidak ada yang diberhentikan sampai sekarang kondisi sudah jauh lebih baik," katanya.

Tidak mau pasrah hanya menerima keadaan, Ivon berusaha mencari jalan keluar supaya usaha yang ia rintis dari 0 tetap bertahan dan bisa keluar dari ancaman gulung tikar.

Akhirnya Ivon memiliki siasat, untuk fokus menjual dan memproduksi aksesoris secara masif.

Ia genjot penjualan lebih banyak lagi, dan menyasar segmen menengah atas yang tidak terdampak adanya pandemi Covid-19.

Selain itu, Ivon juga melihat pasar, mencari apa yang sedang diminati oleh masyarakat, dan apa yang menjadi tren untuk kemudian ia aplikasikan ke produk jualannya.

"Akhirnya saya berinovasi membuat gelang, kalung, dan konektor atau tali masker. Karena saat awal pandemi Covid-19 wajib pakai masker kalau kemana-mana dan konektor menjadi tren.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved