Berita Karanganyar

Kecamatan Jaten Belum Ada SMA, Bupati Karanganyar Usulkan Pembangunan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono usulkan setiap kecamatan minimal harus ada satu SMA

Penulis: Agus Iswadi | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Agus Iswadi
Jajaran Pemkab Karanganyar menerima kunjungan kerja perwakilan anggota DPRD Jateng, di Podang I Setda Karanganyar, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengharapkan adanya pembangunan sekolah SMA di wilayah Kecamatan Jaten untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses pendidikan.

Pernyataan itu disampaikan Juliyatmono saat menerima kunjungan perwakilan anggota DPRD Jateng di Podang I Setda Karanganyar, Rabu (14/9/2022). Hadir dalam kunjungan tersebut di antaranya, Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono, Sidi Mawardi dari Komisi E, Soenarno, anggota Komisi A, Padmasari Mestikajati anggota Komisi C, dan Bondan S Bomo Aji anggota Komisi D. Mereka diterima langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono serta jajaran OPD di Ruang Podang I Setda Karanganyar.

Dia menyampaikan, pengelolaan SMA/SMK saat ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jateng. Di wilayah Kabupaten Karanganyar ada kecamatan yang belum terdapat sekolah tingkat SMA/SMK. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada anggota DPRD Jateng supaya mendorong didirikannya SMA di Kecamatan Jaten.

"Utamanya di Jaten, kemarin di Tawangmangu sudah dibangun (SMA)," katanya.

Selain itu dia juga meminta kepada anggota DPRD Jateng supaya dapat mendorong Pemprov Jateng untuk menyediakan kantong parkir di wilayah Tawangmangu. Dia menuturkan, Kabupaten Karanganyar yang dikenal dengan pariwisatanya tidak memiliki aset untuk melakukan pengembangan di kawasan wisata seperti Tawangmangu.

Dalam kesempatan tersebut Juliyatmono juga berharap Tahura yang selama ini pengelolaannya menjadi kewenangan Pemprov Jateng dapat dikelola oleh Pemda.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono mengatakan, pihaknya akan merespon harapan dan masukan dari Bupati Karanganyar baik itu soal pengelolaan Tahura, pendirian SMA/SMK serta penyediaan kantong parkir di Tawangmangu.

Terkait pendirian SMA, menurutnya penting karena harus ada jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan.

"Segera kita tindak lanjuti untuk sekolah. Harus ada kepastian, kemarin beberapa siswa tidak mendapatkan bangku karena zonasi, ini salah satunya diakibatkan karena  ada satu wilayah yang tidak ada sekolah. Ini harus kita cari solusi, minimal semua kecamatan harus ada sekolahan SMA, itu yang kita dorong," ucapnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved