Unsoed Purwokerto

Tim PKM Unsoed Teliti Potensi Spirulina sp. sebagai Biomarker Cekaman Alkalinitas pada Tanaman

Metabolomik adalah studi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan kuantifikasi seluruh metabolit yang ada pada suatu organisme atau sistem biologi.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Tim PKM Universitas Jenderal Soedirman Teliti Potensi Spirulina sp. sebagai Biomarker Cekaman Alkalinitas pada Tanaman 

TRIBUNJATENG.COM - Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto melakukan penelitian metabolomik Spirulina sp. untuk menemukan potensinya sebagai biomarker pada cekaman alkalinitas.

Tim PKM yang beranggotakan Haris Raditya Subandrio, Salsabila Rahmadina, Dea Mudrikah dan Zeha Kirana itu dibimbing oleh salah satu dosen Jurusan Farmasi Unsoed, Dr.nat.techn. apt. Hendri Wasito, M.Sc.

Ketua Tim PKM, Haris mengatakan pertumbuhan dan produktivitas tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti cahaya, suhu, air, dan pH.

Namun, bagi sebagian besar organisme, kondisi alkali dengan kadar pH tinggi merupakan cekaman abiotik, karena dapat menyebabkan perubahan tingkat morfologi, fisiologi, dan biokimia.

Cekaman adalah segala kondisi perubahan lingkungan (abiotik dan biotik) yang mungkin akan menurunkan atau merugikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Kondisi cekaman alkalinitas menyebabkan tanaman mengalami gangguan pertumbuhan seperti penurunan jumlah klorofil dan terjadinya klorosis interveinal atau gejala kekuningan pada daun muda yang akan menghambat pertumbuhan tanaman.

“Namun, bersinggungan dengan itu, spirulina memiliki respon berbeda yang mampu hidup pada pH alkali.

Respon ini yang dapat menyebabkan spirulina menjadi dasar potensi sebagai agen biomarker cekaman lingkungan.

Kondisi demikian disebabkan karena mikroalga dapat menoleransi faktor cekaman abiotik dan mengakumulasi metabolit sekunder.

Salah satu strategi cukup andal untuk melihat penurunan kandungan klorofil yang dialami tumbuhan adalah dengan teknologi metabolomik," urainya.

Metabolomik adalah studi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan kuantifikasi seluruh metabolit yang ada pada suatu organisme atau suatu sistem biologi.

Tujuan utama dari analisis metabolomik yaitu untuk mengukur semua metabolit yang ada pada suatu organisme baik secara kuantitatif maupun kualitatif, juga dapat diperoleh informasi yang jelas mengenai profil metabolit yang ada pada suatu organisme pada kondisi tertentu.

Selain itu, metabolomik juga bertujuan melihat perubahan, eksplorasi mekanisme dan kemodiversitas pada tingkat metabolit yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Dijelaskannya, penelitian dimulai dengan mengkultur mikroalga Spirulina sp. pada pH 5 dan 8 dengan masing-masing variasi pH dibuat 3 kali pengulangan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved