Berita Karanganyar

Pembangunan Bendungan Jlantah Akan Dipercepat Dua Bulan Dari Jadwal

Proses pembangunan Bendungan Jlantah akan dipercepat dua bulan dari jadwal semula Desember 2023

Penulis: Agus Iswadi | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Agus Iswadi
Anggota Komisi V DPR RI yang, Hamid Noor Yasin didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyokoke beserta jajaran melihat diorama konstruksi Bendungan Jlantah di Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar pada Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Proses pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Jlantah di Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar akan dipercepat dua bulan dari jadwal semula Desember 2023. 

Hal itu diketahui dari hasil kunjungan kerja anggota Komisi V DPR RI yang dipimpin, Hamid Noor Yasin ke Bendungan Jlantah pada hari Kamis (15/9/2022).

Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi V DPR RI disambut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko dan Bupati Karanganyar, Juliyatmono beserta jajaran Forkopimda. 

Anggota Komisi V DPR RI, Hamid Noor Yasin menyampaikan, kedatangan beberapa anggota Komisi V DPR RI kali ini dalam rangka memberikan dukungan, masukan dan mengecek pelaksanaan pembangunan Bendungan Jlantah.

Di sisi lain, pihaknya juga mendorong supaya proses pengerjaan serta pembayaran ganti rugi lahan milik masyarakat atau pemdes segera dapat diselesaikan. 

"Kami mendorong agar pembangunan ini sukses tanpa ekses, artinya dengan masyarakat yang punya lahan segera diselesaikan ganti rugi dan untungnya," katanya kepada Tribunjateng.com di sela kunjungan. 

Baca juga: Air Bah Jebol Tanggul, Pekerja Proyek Bendungan Leuwikeris Selamatkan Diri, Alat Berat Hanyut

Berkaca pengalaman, menurutnya perlu adanya antisipasi sedimentasi untuk keberlangsungan bendung. Sehingga manfaat yang dihasilkan dari adanya bendungan dapat semakin lama dan besar dirasakan masyarakat.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko menerangkan, adanya Bendungan Jlantah tidak hanya dimanfaatkan untuk irigasi dan air baku saja, melainkan juga untuk pariwisata.

Oleh karena itu nantinya akan ada spot selfie dan fasilitas umum di sekitar bendungan. 

Terkait masalah sedimentasi, lanjutnya, telah disiapkan beberapa upaya mulai dari membuat penangkap sedimen dan penanaman tanaman di sekitar bendungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved