Berita Kriminal

Penyelundupan 3,5 Kilogram Sabu Digagalkan Bea Cukai, Narkoba Itu Dimasukkan ke Bingkai Kaligrafi 

Aksi penyelundupan Methamphetamine (sabu) seberat 3,5 kilogram, digagalkan jajaran Bea Cukai Tanjung Emas bersama Kanwil.

Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aksi penyelundupan Methamphetamine (sabu) seberat 3,5 kilogram, digagalkan jajaran Bea Cukai Tanjung Emas bersama Kanwil DJBC Jateng dan DIY serta Ditresnarkoba Polda Jateng.

Aksi penyelundupan narkoba itu juga terbilang baru, lantaran pelaku menyembunyikan sabu ke dalam 4 pigura kaligrafi.

Saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Kepala Kantor KPPBC TMP Tanjung Emas, Anton Martin, menerangkan, barang terlarang itu didapati petugas saat melakukan pemeriksaan barang kiriman impor dari pekerja migran Indonesia di Gudang JKS Logistic Semarang, Kamis (1/9) lalu.

Baca juga: Bupati Umi Siapkan Rp 5,35 Miliar untuk Bansos Kompensasi Pengalihan Subsidi BBM

Baca juga: Peringati Harpelnas Astra Motor Jateng Ajak Biker Keliling Kota Semarang 

Baca juga: Anak Pak Kades Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun, Saksi: Banyak Darah di Tanah dan Leher

"Berdasarkan analisa image x-ray oleh tim CNT KPPBC TMP Tanjung Emas serta pelacakan oleh Tim K9 Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, didampingi pihak JKS, dilakukan pemeriksaan 2 barang kiriman asal Malaysia, dengan tujuan penerima Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Tulungagung Jatim," terangnya, Kamis (15/9/2022).

Dilanjutkanya, dari hasil pemeriksaan 2 koli barang kiriman kargo laut barang pindahan, ada 4 pigura kaligrafi.

"Di dalam sisi-sisi bingkainya berisi barang berupa serbuk kristal seberat 3,5 kilogram. Setelah dilakukan pengujian testkit narkoba hasil positif methamphetamine," jelasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bea Cukai Tanjung Emas dan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jateng.

"Koordinasi kami lakukan untuk menggelar controlled delivery guna mengungkap kepemilikan barang bukti tersebut," papar Anton.

Menurutnya digagalkannya penyelundupan narkoba itu berkat sinergi Bea Cukai Tanjung Emas, Kanwil DJBC Jateng dan DIY serta Ditresnarkoba Polda Jateng.

Baca juga: Kejari Karanganyar Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi BUMDes Berjo Kecamatan Ngargoyoso

Baca juga: Roro Fitria Gugat Cerai Suami Pasca Lahiran, Konflik Suami Terkekang hingga Masalah Nafkah

Baca juga: Cak Sapari Seniman Ludruk Legendaris Meninggal Dunia, Sempat Terbaring Sakit Berbulan-bulan

"Langkah ini sebagai bukti nyata kinerja Bea Cukai untuk menekan masuknya narkoba ke Indonesia," imbuhnya.

Terpisah, dalam keterangan tertulisnya, Direktur Ditresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian, menerangkan, dari kegiatan tersebut, 3 tersangka inisial HS, UK dan KK berhasil diamankan di daerah Nganjuk dan Tulungagung, pada Senin (5/9) lalu.

"Semua barang bukti dan penerima barang telah diserahterimakan ke Ditresnarkoba Polda Jateng. Penggagalan penyelundupan methampetamine melalui barang kiriman ini menyelamatkan belasan ribu nyawa anak bangsa, dengan asumsi 1 gramnya dikonsumsi oleh 4-5 orang," tambahnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved