Berita Semarang

Bappeda Persiapkan Semarang Sebagai Simpul Ekonomi Jawa

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang mulai mempersiapkan ibu kota Jawa Tengah ini sebagai simpul ekonomi Jawa. Perencanaan jan

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Pembangunan Landmark Lapangan Pancasila Simpanglima masuk tahap finishing. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang mulai mempersiapkan ibu kota Jawa Tengah ini sebagai simpul ekonomi Jawa. Perencanaan jangka menengah dan jangka panjang mulai disusun untuk mewujudkan hal itu. 

Kepala Bappeda Kota Semarang, Budi Prakosa mengatakan, semua kebutuhan sarana dan prasarana harus terpenuhi mulai dari daya dukung dan daya tampung. Problematika lingkungan harus ditangani terlebihdahulu misalnya banjir dan rob yang masih terjadi di Kota Semarang. 

"Dari laut kita tanggul. Air tidak bisa ke laut jadi dipompa. Wilayah timur akan punya Jalan Tol Semarang - Demak. Ini mulai berproses. Di barat nanti ada tol Semarang - Kendal," sebutnya, Jumat (16/9/2022). 

Selanjutnya, Pemerintah Kota Semarang juga mulai memikirkan aktivitas perkotaan, aksesibilitas, dan air bersih. Pemenuhan air bersih menjadi hal penting untuk menunjang aktivitas. Pemkot telah merencanakan pembangunan embung untuk sumber air baku serta proyek SPAM Semarang Barat yang saat ini masih terus berjalan. 

"Setelag ada daya dukung, kami harap tidak hanya tumbuh di tengah saja. Pelru ada konsep pengembangan. Maka, kami rencanankan pembangunan outer ring road. Kami masih cari alternatif pembiayaan untuk Semarang outer ring road," jelasnya. 

Budi membeberkan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui program nasional urban development project (NUDP) sedang menyiapkan capital investment project (CIP) pada tahun depan. Nantinya, akan merumuskan program-program yang bisa didukung oleh kemenentrrian, provinsi, maupun kota. 

"Tahun depan kami menyiapkan beberapa kajian menyusun RPJP 2026 - 2045 mewujudkan Semarang simpul ekonomi Jawa," sebutnya. 

Pada RPJP 2026 - 2045, pihaknya akan menyusun daya dukung dan daya tampung untuk mewujudkan Semarang sebagai simpul ekonomi Jawa. Infrastruktur perlu ditingkatkan. Kemudian, dilanjutkan pengembangan ekonomi dan sumber daya manusia, misalnya pembangunan expo center, pasar induk, dan lain-lain. Dia yakin, sektor swasta akan mengikuti jika Kota Semarang sudah mengalami perkembangan. 

"10 tahun yang akan datang Semarang akan tumbuh sebagau kota yang dinamis," tandasnya. 

Menurutnya, hal itu harus dipersiapkan secara baik. Terlebih, rencana pengembangan aksesibilitas akan merambah ke wilayah Jogja, Solo, Semarang (Joglo Semar) dengan direncanakannya pembanguan tol Bawen - Jogja dan Jogja -Solo. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved