Berita Blora

Kasus Demam Berdarah di Blora Capai 336 Orang, 10 Meninggal Dunia

Kasus Demam Berdarah di Blora mencapai 336 orang, dengan 10 orang meninggal dunia.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: sujarwo
TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P3K) Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Joko Budi Heri Santoso. 

Penyelidikan Epidemiologi (PE), pemeriksaan pada titik kasus positif Ps /Hause index DBD di rumah tangga untuk mengetahui ada penambahan kasus baru lagi atau tidak di lingkungan itu dalam kurun waktu tertentu.

"Pemeriksaan jentik untuk mengetahui ABJ nya. Satu rangkaian kegiatannya dengan PSN dengang 3 M Plus," imbuhnya.

Pihaknya mengaku sudah berjejaring dengan dinas, rumah sakit dan puskesmas.

Screening bisa di puskesmas, kemudian rujuk ke rumah sakit. Karena penegakkan diagnosa perlu hasil laboratorium.

Lalu di laporkan ke DKK diteruskan hingga puskesmas untuk dilakukan penyelidikan.

Terkait dengan apakah dicover BPJS, dirinya mengungkapkan bagi yang memiliki bisa digunakan.

"Bagi yang tidak memiliki ya mandiri," ujarnya.

Bagi yang memang tidak mampu, nantinya akan di cari pihak ketiga. Seperti Baznas.

Untuk sementara, sosialisasi terkait DBD ini masih menyasar kader-kader kesehatan.

"Kita punya forum kesehatan desa, salah satunya terkait kasus ini. Termasuk para perawat ataupun bidan desa," ucapnya.

Terkait siklus berapa lama perawatan, jika masuknya sebelum hari ketiga, empat hari sudah bisa disembuhkan.

"Terkadang jika sudah 5-7 hari itu sudah telat. Ini anak sudah tidak sadar. Waktu rawatnya lebih panjang. Dan itu fifty- fifty," ungkapnya.

Diungkapkannya, rata-rata yang terkena DBD adalah anak dibawah 15 tahun.

"Selain rentan, daya tahan tubuh memang lemah. Kalau sudah dewasa daya tahan lebih kuat," ungkapnya.

Bahkan beberapa juga memilih membeli obat sendiri di apotik.

"Diimbau untuk gejala awal segera periksa ke dokter atau layanan kesehatan yang ada agar tidak telat. Tindakan preventif lebih utama," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved