Pembunuhan PNS Kota Semarang

Kasus Pembunuhan Iwan ASN Semarang, Kriminolog Ingatkan Polisi soal Motif Lain Pembunuhan

Pakar Kriminologi Universitas Diponegoro Budi Wicaksono mengingatkan polisi untuk melakukan pengembangan penyelidikan

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Mochi anjing kesayangan Iwan Budi mengendus potongan tubuh yang ditemukan di Jalan Raya Marina, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pakar Kriminologi Universitas Diponegoro Budi Wicaksono mengingatkan polisi untuk melakukan pengembangan penyelidikan untuk menguak kemungkinan lain terkait motif pembunuhan Iwan Budi PNS  Semarang.

Iwan Budi PNS di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Semarang, diketahui telah ditemukan tewas terbakar di lahan kosong Kawasan Marina Semarang, Tawangsari, Semarang Barat, Kota Semarang.

"Saya ingin mengingatkan pihak polri agar juga mengembangkan penyelidikan kemungkinan lain yang menyebabkan ASN tersebut dibunuh," ujarnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (16/9/2022).

Menurutnya, motif lain tersebut semisal ada kasus utang piutang, kecemburuan, perselisihan, rebutan kedudukan , warisan dan lainnya.

Namun, adanya keterkaitan korban sebagai saksi korupsi kemungkinkan digunakan untuk mengaburkan motif kasus yang sebenarnya.

"Yang pelaku pembunuhannya ingin menggunakan momentum dijadikannya ASN itu sebagai saksi kasus korupsi guna mengaburkan kasus yang sebenarnya menyebabkan pembunuhan tersebut," terangnya.

Ia menuturkan, pembunuhan merupakan salah satu upaya untuk menutupi suatu peristiwa supaya tidak diketahui oleh orang lain.

Meskipun bisa juga untuk melancarkan pencapaian keberhasilan dan keinginan sekaligus cita-cita atau pun usaha yang bisa terhambat oleh orang yang harus dibunuh tersebut.

"Berhubung peristiwa itu sudah diketahui oleh orang lain yang biasa disebut saksi, maka saksi inilah yang harus dicegah untuk memberitahukan peristiwa itu kepada orang lain dengan cara membungkamnya dan yang tuntas adalah dengan membunuhnya," terangnya.

Pembunuhan tersebut terjadi karena yang terlibat dalam perkara itu sudah tidak bisa mengendalikan angan-angan serta nafsu-nafsunya pada saat di sekitar peristiwa itu berlangsung hingga saat akhir-akhir ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved