Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Bilangan Romawi dengan Metode Latihan

Matematika merupakan pengetahuan universal yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Siti Asyiyah, S.Pd., PPG DALJAB UNJA 2022 

Oleh: Siti Asyiyah, S.Pd., PPG DALJAB UNJA 2022

Matematika merupakan pengetahuan universal yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu pelajaran matematika perlu diajarkan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar hingga kejenjang perguruan tinggi untuk membekali peserta didik dengan kemampuan bekerja sama (Depdiknas, 2006) 

Hasil belajar merupakan tolak ukur keberhasilan pendidikan dan menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan pendidikan.

Keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar setelah mengikuti usaha belajar.

Bila seseorang telah melakukan kegiatan belajar, maka dalam dirinya akan terjadi perubahan yang merupakan pernyataan perbuatan belajar.

Hasil belajar tergantung pula dengan perencanaan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas.

Dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, guru adalah kunci utama bagi keberhasilan proses belajar yang dapat membawa siswa pada pemahaman suatu materi.

Guru bertugas merencanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat pemahaman siswa serta menentukan konsep sesuai lingkungan dan keadaan siswa. Guru berperan sebagai fasilitator juga motivator. 

Oleh karenanya, guru harus memiliki keterampilan mengajar, mengelola tahap pembelajaran, memanfaatkan metode dan media pembelajaran serta keterampilan mengalokasikan waktu.

Kondisi yang terjadi saat ini, permasalahan administasi sekolah sangat menyibukkan guru, sehingga guru hanya memiliki sedikit waktu untuk mengembangkan metode pembelajaran yang menyenangkan.

Proses pembelajaran di sekolah masih menggunakan metode pembelajaran konvensional dan berorientasi pada materi ajar serta interaksi belajar mengajar searah.

Hal ini menyebabkan siswa cenderung pasif, hanya mendengarkan informasi yang disampaikan, sedangkan peran guru lebih dominan.

Kondisi ini menjadikan pembelajaran tidak proporsional.

Siswa diperlakukan sebagai objek sehingga potensi yang dimiliki tidak berkembang dengan baik.

Pembelajaran matematika bagi siswa sekolah dasar merupakan usaha pembentukkan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian atau dalam 2 penalaran suatu hubungan di antara pengertian-pengertian tersebut.

Dalam pembelajaran matematika siswa dibiasakan untuk memperoleh pemahaman dari pengalaman sehari-hari. Siswa diberi pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami ataupun menyampaikan informasi, misalnya mengenai persamaan-persamaan, tabel-tabel dalam matematika.

Matematika perlu diberikan kepada siswa sekolah dasar guna membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta memiliki kemampuan bekerjasama.

Diharapkan dengan bekal tersebut siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menerapkan metode latihan merupakan langkah yang bias diambil oleh seorang guru.

Metode ini adalah suatu latihan yang dilaksanakan dengan cara melibatkan siswa secara aktif untuk dapat menyusun soal sendiri serta menjawab penyelesaiannya, baik secara kelompok maupun individu.

Pelaksanaan metode latihan ini diwalai dengan pemberian contoh soal dan cara penyelesaiiannya.

Dari contoh tersebut siswa dapat menyusun soal yang setipe dengan contoh tersebut dan mengembangkan soal tersebut melalui sumber buku lain atau internet.

Dengan demikian motode latihan merupakan salah satu cara untuk membangun siswa belajar, yaitu menciptakan lingkungan belajar, motivasi siswa, mengendalikan disiplin dan suasana belajar.(*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved