Berita Semarang
Prosesi Kliwonan di Taman Lele Semarang Simbol Penghormatan Untuk Leluhur
Sejumlah orang berkumpul di tengah Wanawisata Taman Lele Semarang. Berbagai sesaji mereka kumpulkan di tengah pendopo kecil
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah orang berkumpul di tengah Wanawisata Taman Lele Semarang.
Berbagai sesaji mereka kumpulkan di tengah pendopo kecil.
Setelah berkumpul, doa-doa pun mereka lantunkan.
Mereka berdoa dalam prosesi kliwonan di Sendang Nyi Tuk Sari.
Kegiatan itu digelar setiap Jumat Kliwon.
Baca juga: Imam Mahdi Palsu Punya 7 Istri, 6 Diantaranya Dinikahi Secara Tak Lazim, Akhirnya Ditangkap Polisi
Baca juga: Curi ATM di Toko Kelontong Baleharjo Sragen, Noferdi Foya-foya dengan Uang Rp 33 Juta
Tujuannya untuk menghormati para leluhur.
Kegiatan yang digelar oleh pengelola Taman Lele itu juga untuk merawat lingkungan.
Setelah melaksanakan prosesi, mereka makan bersama.
Nasi urap dan Ingkung ayam dinikmati bersama-sama.
Sendang Nyi Tuk Sari merupakan sumber air alami.
Sumber itu menghidupi Taman Lele dan sekitarnya.
Air dari sendang juga digunakan untuk mengisi kolam renang.
Hotel yang ada di Taman Lele juga memanfaatkan sumber air itu.
Menurut Kepala UPTD Teman Lele, Sugiyanto, lewat prosesi kliwonan, pengelolaan ingin mengubah main set buruk di Taman Lele.
"Kalau dulu terkenal dengan tempat angker hingga lokasi untuk berbuat mesum, namun kini Taman Lele berganti wajah," terangnya, Jumat (16/9/2022).