Berita Solo
UNESCO Serahkan secara Simbolis Gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Penampilan karawitanmewarnai penyerahan simbolis sertifikat warisan budaya tak benda.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Dengan melibatkan berbagai kelompok gamelan dengan berbagai gaya di Indonesia. Harapannnya gamelan bisa lebih dikenal akrab oleh masyarakat, khususnya di kalangan anak muda.
"Pengajuan ini diinisiasi oleh Prof Rahayu Supanggah (almarhum) sejak 2017. Setelah melalui proses cukup panjang akhirnya bisa diakui oleh UNESCO pada 15 Desember 2021 lalu," tuturnya.
Terpisah, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming memberi dukungan penuh agar gamelan bisa makin akrab di kalangan anak muda.
Salah satunya dengan meningkatkan guru gamelan di Solo mengingat banyaknya sanggar seni karawitan yang ada di kota bengawan.
"Sekarang yang perlu diperbanyak gurunya. Teman-teman mahasiswa ISI kalau bisa turun ke bawah ngajarin adik-adik kita (main gamelan)," terangnya.
"Makanya saya minta tolong Pak Rektor ISI diperbanyak mahasiswa-mahasiswa yang turun ke bawah. Paling tidak di tiap kelurahan satu orang. Perlu diperbanyak, perlu didorong antusiasme adik-adik bermain gamelan," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kemendikbudristek-beri-piagam.jpg)