Berita Regional

Pelatih Bohongi Orangtua Pelajar yang Tewas Dianiaya saat Ujian Silat, Sebut Korban Kelelahan Lari

ARA dianiaya sejumlah senior yang juga pelatihnya dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) perguruan silat.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi mayat 


Sekitar sepekan kemudian, Polres Sidoarjo merilis, ARA ternyata tewas dianiaya pelatih dan seniornya saat menjalani ujian silat, Minggu (11/9/2022).

Mereka yakni EAN (25) selaku koordinator kepelatihan.

Kemudian penguji UKT yaitu MAS (16), FLL (19), dan MRS (18).

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, penganiayaan tersebut terjadi di Pos 3.

Saat itu korban mengeluhkan pusing setelah melewati ujian di dua pos sebelumnya.

Namun tersangka MAS justru menganggap keluhan itu wujud ketidakseriusan korban menjalani ujian.

Dia lalu memukul punggung korban dua kali, memukul dada korban dengan lengan kanan dan memukul perut dan dada ARA.

Korban yang kesakitan melapor ke tersangka FLL namun FLL justru menyebutkan korban hanya pura-pura pusing dan lemas.

Penganiayaan berlanjut ke tersangka lainnya yakni EAN. EAN juga memukul perut korban dan menyuruhnya masuk ke barisan.

MAS yang sudah memukul lebih dulu ikut menghajar korban dengan sikunya hingga korban jatuh tersungkur.

Dia lalu menyuruh korban pulang.

Korban akhirnya berdiri lagi dan berjalan menuju ke Pos 2 untuk pulang.

Namun sebelum sampai di Pos 2 korban terjatuh di tengah lapangan. Saat itu dia berpapasan dengan tersangka FLL dan MRS, serta satu penguji lainnya.

"Saat papasan itu korban mengatakan kata yang kurang sopan dengan bahasa jawa.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved