Berita Banyumas

Polresta Banyumas Tangkap 8 Pelaku Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Korban Hamil 3 Bulan

Delapan orang warga Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas diamankan Reskrim Polresta Banyumas karena rudapaksa anak dibawah umur

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Humas Polresta Banyumas
Beberapa pelaku rudapaksa anak dibawah umur saat diamankan dan diperiksa petugas Satreskrim Polresta Banyumas, Senin (19/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Delapan orang warga Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas diamankan Reskrim Polresta Banyumas karena rudapaksa anak dibawah umur.

Para pelaku rudapaksa terhadap anak di bawah umur itu diamankan, Senin (19/92022). 

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi S mengatakan peristiwa ini terjadi sejak 2021 hingga pertengahan Juli 2022 di tempat dan waktu yang berbeda. 

Baca juga: Dedi Mulyadi Digugat Cerai, Istri Anne Ratna Mustika Merupakan Bupati Purwakarta dan Mantan Mojang

Baca juga: Pengakuan Mak Rentenir yang Robohkan Rumah Nasabahnya Karena Gagal Bayar, Beroperasi Sejak 2016

Baca juga: 43 Ketua RT dan 6 RW se-Desa Cilongok Banyumas Mundur, Buntut Geger Pak Kades Diduga Selingkuh

"Kami mengamankan para pelaku diantaranya AS (68), F (41), S (61), MY (41), S (52), R (59), AL (42), dan Y (75).

Pelaku sebenarnya ada 9 tetapi masih ada satu pelaku yang buron," katanya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Rabu (21/9/2022).

Adapun modus yang digunakan para pelaku yaitu dengan cara merayu korban FT (15). 

Pelaku memberikan imbalan uang kemudian melakukan pencabulan. 
 
Uang yang diberikan bervariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.

Peristiwa ini diketahui oleh orang tua korban yang curiga karena korban tidak menstruasi.

Setelah ditanya orang tuanya, korban menceritakan bahwa korban mengaku telah disetubuhi dan dicabuli oleh pelaku yang berbeda-beda. 

"Diketahui tidak menstruasi, kemudian orangtua korban memeriksakan korban ke bidan dan diketahui korban telah hamil 3 bulan. 

Setelah itu orang tua korban melapor ke Polisi," ujar Kasatreskrim.

Kasatreskrim menambahkan hubungan antara pelaku dan korban merupakan tetangga. 

"Dari segi psikologi korban memang ada keterbelakangan mental.

Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para pelaku. 

Mereka tidak melakukan bersama-sama dan beda-beda lokasi," terangnya.

Sementara itu kondisi korban saat ini biasa saja akan tetapi memang suka menangis. 

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI NO 35 th 2014 tentang perubahan atas UU RI NO 23 th 2002 tentang perlindungan anak. 

Ancaman hukumannya diatas lima tahun.

Saat ini para pelaku berikut barang bukti diamankan di kantor Satreskrim Polresta Banyumas untuk proses hukum lebih lanjut. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved