Berita Banyumas
Sejak Kenaikan Harga BBM, Bus Trans Banyumas Mengalami Lonjakan Penumpang
Dirut PT. Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng MM mengatakan setelah kenaikan BBM cukup banyak warga yang beralih ke Trans Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Angkutan gratis Trans Banyumas mengalami kenaikan angka penumpang.
Kenaikan penumpang itu terjadi semenjak harga BBM naik beberapa waktu lalu.
Dirut PT. Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng MM mengatakan setelah kenaikan BBM cukup banyak warga yang beralih ke moda transportasi Trans Banyumas.
Tarif bus yang masih gratis dimungkinkan menjadi alasan Trans Banyumas ini semakin diminati.
Baca juga: Polresta Banyumas Tangkap 8 Pelaku Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Korban Hamil 3 Bulan
Baca juga: Dedi Mulyadi Digugat Cerai, Istri Anne Ratna Mustika Merupakan Bupati Purwakarta dan Mantan Mojang
"Kenaikan jumlah penumpang terjadi di semua koridor Trans Banyumas.
Contohnya di Koridor 1 (Ajibarang - Pasar Pom) dari yang sebelumnya hanya 60 persen, sekarang bisa mencapai 90 persen," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (21/9/2022).
Kemudian yang paling signifikan peningkatannya adalah yang ada di Koridor 2.
Koridor 2 (Terminal Notog - Baturraden) yang sebelumnya ada dikisaran 120 persen, kini sekitar 160 persen.
Koridor 2 ini memang cukup stabil, kalaupun nanti bertarif pun turunnya tidak akan signifikan.
Sementara untuk Koridor 3 (Bulupitu - Kebondalem) ada kenaikan sekitar 10 persen.
Adapun Trans Banyumas hingga kini masih digratiskan.
Bus gratis yang merupakan program Pemerintah Pusat itu akan rencananya mulai bertarif Oktober mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Banyumas, Agus Nur Hadie mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan dari Pemerintah Pusat soal tarif Trans Banyumas.
Dimungkinkan bisa saja mundur dari jadwal yang direncanakan, yaitu Oktober nanti.
Pemkab Banyumas mengusulkan tarif Trans Banyumas sebesar Rp 3.500 - Rp 3.900 untuk umum.
Sedangkan untuk pelajar 50 persen dari itu.
Namun dengan adanya kenaikan BBM, maka tarif pun diprediksi bisa lebih dari itu, sekitar 25 persen dari usulan.
Salah seorang pekerja yang memanfaatkan moda transportasi Trans Banyumas, Mukorobin mengatakan tengah mencoba beralih ke angkutan umum.
Dia yang bekerja di Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto mengaku merasa terbantu karena Bus Trans Banyumas masih gratis.
"Kalau gratis memang jadi jauh lebih irit dibanding dengan kendaraan pribadi.
Tetapi kalau nanti bayar, tentu hitungannya lain
Kalau dari rumah saya ke tempat kerja butuh tiga kali transit, kalau sekali naik Rp3 ribu kali 3 maka saya harus keluar Rp 9 ribu sekali berangkat," katanya.
Ia mengakui ada sedikit kesulitan saat menggunakan Trans Banyumas karena harus berhenti di beberapa titik.
"Sebenarnya jadi lebih irit karena gratis tapi ribet dan muter-muter.
Dari Pasar Pon, Sawangan, dan SMA 1, jaraknya sekitar 3.5 kilometer dari rumah ke kantor," ungkapnya. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Antrean-calon-penumpang-di-Halte-Pasar-PON-Purwokerto.jpg)