Berita Jateng

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, LPAI Jateng Bentuk Relawan Khusus Perlindungan Anak

LPAI Jateng membentuk Relawan Perlindungan Anak mendekatkan layanan dalam merespon berbagai kasus pelanggaran hak anak.

TRIBUNJATENG/REZA GUSTAV
Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jawa Tengah bertemu para relawan perlindungan anak di Hotel C3 Kabupaten Semarang, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jawa Tengah telah membentuk relawan khusus yang diberi nama Relawan Perlindungan Anak.

Berdasarkan penuturan Ketua LPAI Jawa Tengah, Samsul Ridwan, tujuan dari pembentukan relawan tersebut yakni mendekatkan layanan dalam merespon berbagai kasus pelanggaran hak anak.

“Untuk mendorong supaya bentuk dari partisipasi masyarakat ini bisa terlihat, karena seperti diabaikan,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, seusai acara pertemuan LPAI Jawa Tengah dengan para relawan yang telah dikumpulkan di Hotel C3, Kabupaten Semarang, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Kumpulan Doa Mendidik Anak Menjadi Pribadi Soleh dan Solehah

Menurut Samsul, lembaga yang kini sudah ada baik dari pemerintah maupun masyarakat masih belum cukup untuk menangani kasus kekerasan pada anak, termasuk kekerasan seksual, yang disebutnya semakin meningkat.

Sehingga, lanjutnya, perlu banyak orang yang dalam melakukan perlindungan pada anak.

Dari data yang ia sampaikan, kasus kekerasan, khususnya kekerasan seksual pada anak di Jawa Tengah, yang LPAI Jawa Tengah tangani, telah menghantui sebanyak 87 anak di berbagai kabupaten dan kota sejak tiga bulan lalu hingga September 2022 ini.

“Kalau di wilayah Kabupaten Semarang lebih dari tujuh kasus dengan korban lebih dari 20 anak. Itu trennya selalu naik,” sebut Samsul.

Dari data itu, lanjut Samsul, lokus kejadiannya sebagian besar terjadi di lingkungan sekolah, pesantren dan lingkungan sosial.

Sebagai informasi dari pemberitaan sebelumnya, terdapat satu di antara contoh kasus, yakni seorang pria oknum guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Ungaran, Kabupaten Semarang, berinisial SS (36), ditangkap Polisi karena mencabuli siswinya yang masih anak-anak atau di bawah umur.

SS melakukan kejahatannya pada korban tersebut sejak korban masih duduk di bangku SD, Mei 2020, hingga jenjang SMP pada 2022 ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved