Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Manfaat Umbi Gadung, dari Obat Sifilis hingga Kusta

umbi dari tumbuhan ini akan menyebabkan muntah dan pusing bila tidak diolah dengan benar.

Editor: galih permadi
budi santoso/BKSDA Jateng
Manfaat Umbi Gadung, dari Obat Sifilis hingga Kusta 

TRIBUNJATENG.COM - Kita pasti mengenal Gadung (Dioscorea hispida), umbi dari tumbuhan ini akan menyebabkan muntah dan pusing bila tidak diolah dengan benar.

Keluarga uwi-uwian (Dioscoreaceae) ini merupakan yang umumnya dipakai sebagai tanamasumber pangan yang tidak bisa diabaikan.

Umum dikenal dalam bentuk olahan keripik atau rebusan gadung.

Bahkan di Malaysia umbi Gadung dapat dijadikan arak (difermentasi) sehingga dikenal sebagai ubi arak.

Deskripsi
Tumbuhan Gadung merambat dan memanjat. Batangnya dapat mencapai panjang 5–20 m. Yang khas dari batang gadung ini adalah arah rambatannya yang selalu berputar ke kiri (melawan arah jarum jam).

Arah rambatan tersebut membedakan Gadung dengan Gembili (D. aculeata) yang penampilannya mirip namun arah putar batangnya kebalikan.

Batang Gadung ramping dengan tebal 0,5–1 cm, berwarna hijau keabu-abuan dengan duri di sepanjang batangnya.

Daun Gadung terletak berseling, berbentuk bulat telur, tipis dan kadang disertai tiga anak daun menjari.

Gadung termasuk monoceus, bunga jantan dan betinanya da dalam satu pohon.

Bunga jantan berbentuk tandan, terletak di ketiak daun. Sementara itu bunga betina berbentuk majemuk berbentuk bulir.

Mahkota bunga Gadung berwarna kuning, dengan benang sari berjumlah enam berwarna kuning juga.

Umbi Gadung terbentuk dalam tanah, dengan bentuk dan jumlah yang banyak dan tak beraturan bentuknya.

Sementara buahnya menggantung dengan bentuk elips, dengan diameter kurleb 1 cm, berwarna coklat dan berdaging.

Habitat
Gadung banyak tumbuh di hutan hujan sampai dengan ketinggian 1200 mdpl.

Pemanenan umbi dilakukan setelah berumur kuranglebih 1 tahun dengan tanda daunnya yang mulai rontok mengering.

Kandungan Fitokimia
Perkiraan komposisi umbi per 100 g bagian yang dapat dimakan adalah: air 78 g, protein 1,81 g, lemak 1,6 g, karbohidrat 18 g, serat 0,9 g, dan abu 0,7 g.

Berdasarkan berat kering, umbinya juga mengandung 0,2-0,7 persen diosgenin dan 0,044 % dioscorine; racun ini dapat menyebabkan kelumpuhan sistem saraf pusat.

Pati komersial yang diekstraksi dari umbinya mengandung 88,34 % pati, 5,28 % protein, 5,33 % serat, 0,23 % lemak, dan 0,66 % abu dan Sianida 362 ppm.

Manfaat
Kandungan Sianida pada umbi Gadung dikenal sangat beracun. Sepotong sebesar kepala tangan sudah cukup untuk membunuh pria dewasa dalam waktu 6 jam.

Efek pertama berupa rasa tidak nyaman di tenggorokan, yang berangsur menjadi rasa terbakar, diikuti oleh pusing, muntah darah, rasa tercekik, mengantuk dan kelelahan. Sementara itu Diosgenin dalam gadung dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pil pencegah kehamilan.

Kandungan dioscorin dalam gadung sangat beracun, kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mencari ikan di sungai.

Meski beracun, parutan umbi gadung ini dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kusta, kutil, kapalan dan mata ikan.

Gadung (Discorea hispida) digunakan bersama Gadung cina (Smilax china L.) dipercaya efektif untuk luka-luka akibat sifilis.

Irisan umbi Gadung dapat dioleskan untuk mengurangi kejang perut dan kolik, menghilangkan nanah dari luka-luka, meringankan arthritis dan reumatik, dan untuk membersihkan luka binatang yang dipenuhi belatung.

Gadung juga telah dibuktikan dapat digunakan sebagai bioinsektidia dalam melawan hama walang sangit.

Sebaran
Meski jarang dibudidayakan, Gadung yang aselinya berasal dari India dan Cina selatan menyebar ke Asia Tenggara hingga New Guinea.

Di Indonesia Gadung dapat ditemukan secara liar di hampir seluruh penjuru negeri. Sementara itu di Kesatuan Hutan Konservasi Pati Barat, Gadung dapat ditemukan di Cagar Alam Gunung Celering di Jepara.

Penulis

Budi Santoso
KPHK Pati Barat

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved