Berita Kudus

Pedagang Pasar Bitingan Kudus Keluhkan Kenaikan Harga BBM

Sejumlah pedagang Pasar Bitingan keluhkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Rezanda Akbar D.
Suasana aktivitas jual beli di dalam pasar Bitingan 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kenaikan harga BBM Subsidi dinilai mempengaruhi harga kenaikan bahan baku kebutuhan pokok masyarakat.

Kenaikan harga bahan baku mulai naik secara bertahap usai ditetapkannya harga baru pada bahan bakar minyak.

Kenaikan harga tersebut, dirasakan oleh Markiati, seorang penjual bahan kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Bitingan, Kudus, Jumat (23/9/2022).

"Harganya pada naik, menurutku karena harga bensin naik. Sehabis itu semua pada naik bertahap," jelasnya.

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat di Pasar Tradisional Kabupaten Tegal Relatif Stabil

Pengaruh BBM dirasa berperan penting baginya, lantaran bensin adalah hal yang utama dalam angkutan bahan-bahan baku.

Dia mencontohkan, kenaikan yang paling terasa adalah pada harga lombok.

"Lombok setan kemarin sempat di harga Rp 60.000 per kilonya. Harga segitu karena bukan masa panen lombok ditambah harga BBM yang tinggi, sekarang harganya Rp 54.000" jelasnya.

Sementara itu, angkutan umum di Kabupaten Kudus, sudah mulai menyesuaikan tarif lantaran harga BBM yang naik pada lebih dari dua pekan lalu.

Penyesaian tarif tersebut diucapkan oleh sopir angkot, Sururi, saat mangkal di Pasar Bitingan.

Penyesuaian tarif tersebut terpaksa dia lakukan demi menutup setorannya.

"Sebelum naik tarif angkutan saya harganya Rp 4.000 sekarang jadi Rp 6.000 kalau untuk buruh pabrik Rp 3.500 sekarang Rp 4.500," katanya saat di dalam angkotnya yang bertuliskan jurusan Kudus-Colo.

Baca juga: Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako ke Nelayan Terdampak BBM Naik, Pembagian Sampai Tengah Laut

Angkot miliknya yang menggunakan bahan bakar subsidi jenis Pertalite.

Sekali mengisi bisa sampai Rp 150.000 yang digunakan kurang lebih selama empat hari.

"Saya biasanya sehari pendapatannya ya Rp 50.000-an itu kalau hari biasa tidak ramai juga tidak sepi," jelasnya. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved