Berita Kudus

Hartopo Target Pelaku UMKM Jadi Agen Pertumbuhan Ekonomi di Kudus, Begini Caranya

Pelaku UMKM di Kabupaten Kudus dipersiapkan menjadi satu agen pertumbuhan ekonomi Kudus yang ditarget mencapai angka 2,5 persen. 

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
DASARKAN PRODUK: Pelaku UMKM Kudus mendasarkan aneka produk di Pasar Rakyat Jalan Sunan Kudus, Minggu (25/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - 300 pelaku UMKM Kabupaten Kudus meramaikan Pasar Rakyat di sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga Senin (26/9/2022).

Pemkab Kudus bakal mengoptimalkan pagelaran tersebut sebagai pendongkrak ekonomi masyarakat.

Pelaku UMKM dipersiapkan menjadi satu agen pertumbuhan ekonomi Kudus yang ditarget mencapai angka 2,5 persen. 

Baca juga: Spot Foto Instagramable di Kudus, Kawasan Hutan Pinus Seperti di Film Fantasi

Baca juga: Kudus Kekurangan 1.365 Dosis Vaksin BIAS HPV

Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan, pemerintah daerah berupaya terus bagaimana menumbuhkan perekonomian rakyat pasca pandemi Covid-19.

Di antaranya melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat umum, seperti pengadaan Pasar Rakyat Kudus yang berlangsung sepekan pada 22-26 September 2022.

Ke depan, lanjutnya, berbagai program pengembangan UMKM bakal diuapayakan lebih maksimal, termasuk pembekalan ekonomi keterampilan bagi para pelaku usaha. 

"Visi Misi Pemkab Kudus tetap harus jalan setelah perayaan HUT, program-programnya mengalir saja," terangnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (25/9/2022).

Kepala Disnakerperinkopukm Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmadi mengatakan, Pasar Rakyat ini sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah kepada pelaku UMKM.

Juga sebagai ajang untuk mengangkat produk- produk lokal Kabupaten Kudus ke kancah yang lebih luas.

Baca juga: Ini Tiga Lokasi Rencana Pembangunan SIHT Kudus

Baca juga: IAIN Kudus Hadirkan Dosen Tamu dari Sudan

Dia menyebut, ada 300 pelaku UMKM yang aktif menempati stand-stand Pasar Rakyat Kudus.

Mereka menjajakan produk masing-masing, seperti makanan-minuman, aneka produk hasil handicraft, semisal tas, dompet rajut  batik, ecoprint, dan berbagai produk lainnya.

"Alhamdulillah UMKM yang tergabung aktif semua dan lebih semangat lagi," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (25/9/2022). 

Rini menegaskan, jalannya Pasar Rakyat Kudus akan terus dipantau perkembangannya.

Mulai dari segi kunjungan, daya tarik masyarakat, perputaran nilai transaksi, hingga dari segi keamanan. 

Pihaknya berharap, kegiatan yang melibatkan banyak pelaku UMKM bisa mendukung pemerintah daerah dalam memajukan perekonomian Kabupaten Kudus

"Kami juga menampilkan stand dan memberi kesempatan bagi wirausaha baru, khususnya hasil pelatihan merajut tas dan dompet," jelasnya. (*)

Baca juga: Rumah Terbakar di Greseng Poleng Sragen, Mobil Hingga Motor Hangus, Pemiliknya Pergi Hajatan

Baca juga: Makan Malam Romantis di Hotel Shantika Pekalongan, Suguhkan Pemandangan Lampu Kota 300 Derajat

Baca juga: Pandemi Mereda, Jumlah Sampah di TPA Semarang Naik 250 Ton Per Hari

Baca juga: Asal-Usul Kampung Aceh di Demak, Begini Keresahan Warganya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved