Berita Semarang

Pandemi Mereda, Jumlah Sampah di TPA Semarang Naik 250 Ton Per Hari

Pandemi mereda, jumlah sampah di Kota Semarang mulai mengalami peningkatan dari 900 ton per hari menjadi 1.150 ton per hari. 

TRIBUNJATENG/Reza Gustav
Situasi TPA Blondo di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/9/2022). 

 
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah sampah di Kota Semarang mulai mengalami peningkatan seiring dengan pandemi Covid-19 mulai mereda.

Aktivitas masyarakat yang sudah kembali normal menyebabkan jumlah tumpukan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang kian meningkat. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Bambang Suranggono mengatakan, saat ini kegiatan masyarakat sudah bertambah banyak dan jumlah penduduk yang datang ke Kota Lunpia semakin besar.

Hal itu berpengaruh pada jumlah sampah di Kota Lunpia. 

Sebelum pandemi Covid-19, tercatat rata-rata sampah yang masuk ke TPA Jatibarang sebanyak 1.437 ton per hari.

Sedangkan selama pandemi, jumlah sampah menurun menjadi berkisar 900 ton per hari. 

Kali ini, jumlah sampah naik 250 ton per hari menjadi 1.150 ton per harinya.

"Saat ini, jumlah sampah sudah mulai mengalami peningkatan antara 1.100 - 1.150 ton per hari yang masuk ke TPA Jatibarang," sebut Bambang, Minggu (25/9/2022). 

Baca juga: Setiap Hari 200 Ton Lebih Sampah Masuk ke TPA Mojorejo, Pemkab Sukoharjo Bikin Inovasi

Meningkatnya jumlah sampah ini menjadi persoalan jika tidak ditangani dengan baik.

Bambang pun terus menggencarkan program penanganan sampah berbasis masyarakat yang dilakukan di hulu yakni rumah tangga. DLH menggerakan partisipasi masyarakat lewat pilah sampah oleh bank sampah. 

Saat ini, sudah ada 229 bank sampah yang tersebat di 177 kelurahan. DLH bersama piahk ketiga terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk penguatan lembaga bank sampah. 

"Kami sedang buat kemitraan dengan pihak ketiga untuk melakukan safari ke 177 kelurahan. Harapannya dalam 100 hari ke depan kami sudah bisa memberi edukasi dan penguatan," terangnya. 

Baca juga: Punya Beragam Inovasi Pengelolaan Sampah, Sukoharjo Raih Penghargaan Nirwasita Tantra 2022

Dia berharap bisa membentuk 1.000 bank sampah hingga akhir Desember nanti mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamayan, dan pusat.

Dengan struktur kelembagaan yang lebih baik, masyarakat bisa lebih optimal melakukan pilah sampah.

Sehingga, sampah tidak harus masuk tempat pembuangan sementara (TPS) dan bisa mengurangi sampah yang ada di masyarakat. Di sisi lain, dapat memunculkan peningkatan ekonomi masyarakat 

"Sampah yang tidak harus masuk ke TPA yaitu sampah anorganik. Jumlahnya ini sekitar 17 persen. Itu terdiri dari plastik, kaca, kaleng, dan lain-lain. Itu didaur ulang oleh teman-teman bank sampah," paparnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved