Breaking News:

Berita Blora

Dapat Aduan BLT Disunat lagi, Bupati Blora Terjun Langsung dan Perintahkan Untuk Dikembalikan

Bupati Blora, Arief Rohman memerintahkan untuk mengembalikan iuran yang ditarik untuk pembangunan musala tersebut. 

Penulis: ahmad mustakim | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/AHMAD MUSTAKIM
Bupati Blora, Arief Rohman, bersama jajaran dan kepolisian dan TNI saat sidak dan terjun langsung meninjau proses pengembalian uang hasil iuran yang kepada warga penerima BLT di Desa Keser, di Balai Desa setempat. 

 
Arief meminta semua pihak untuk melaporkan kepadanya maupun ke kepolisian, bila di lapangan menemukan hal serupa khususnya kaitannya dengan pemotongan bantuan pemerintah kepada masyarakat.

Wakapolres Kompol Christian Chrisye mengatakan,  nantinya pihak yang terlibat di iuran terhadap penerima BLT di Desa Keser akan dilakukan pendalaman oleh kepolisian. 

Pihaknya mengingatkan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

 
“Kita akan dalami niatnya seperti apa ? Kalau kita dapati nanti niatnya memang untuk pembangunan walaupun istilahnya uangnya sudah  dikembalikan, kita akan lakukan pembinaan dengan inspektorat," terang Kompol Christian Chrisye Lolowang. 

"Pembinaan dalam bentuk mengarahkan para pejabat di desa agar mengetahui aturan-aturannya,” lanjut Wakapolres.

 
Disampaikannya, adanya anggaran untuk bantuan tersebut harus sesuai dengan peruntukannya. 

Ketika tidak sesuai dengan peruntukan, diambil, itu sudah menyelewengkan anggaran. 

‘’Nanti bisa masuk pungli atau korupsi,” ungkapnya. 

 
Beberapa waktu lalu Gubernur Ganjar telah menyampaikan arahan agar tidak ada pemotongan bantuan. 

Pihak Polres juga sudah menyampaikannya kepada jajarannya yang ada di desa dan kecamatan.

 
Ia menegaskan Kepolisian terbuka untuk menerima informasi pengaduan dari masyarakat. 

“Kalau ada informasi sama seperti ini bisa menghubungi saya langsung bisa juga lewat para Bhabinkamtibmas,” pungkasnya. 

 
Sementara itu, salah satu warga Desa Keser penerima BLT DD, Mutiah mengungkapkan,  bahwa dirinya mengikuti pengembalian uang dari pihak desa. 

Sebelumnya uangnya digunakan untuk iuran pembangunan tempat ibadah. 

“Ini saya dua kali, jadi dikembalikan 200 ribu,” terangnya. (kim) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved