Berita Batang

Luluk Tak Terima Dijadikan Tersangka, Gugat Praperadilan Terkait Bisnis Emping Mlinjo di Batang

Melalui kuasa hukumnya, Rama Ade Prasetya dan Eko Sulistiono, permohonan praperadilan itu sudah diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Kuasa hukum Luluk Nistina Nuraini, Rama Ade Prasetya saat diwawancara beberapa waktu lalu. Terkait kasus dugaan penggelapan bisnis emping mlinjo di Kabupaten Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Tidak terima dijadikan tersangka atas kasus dugaan penggelapan bisnis emping mlinjo, Luluk Nistina Nuraini mengajukan gugatan praperadilan kepada Polres Batang.

Melalui kuasa hukumnya, Rama Ade Prasetya dan Eko Sulistiono, permohonan praperadilan itu sudah diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Batang.

"Permohonan ini adalah klien kami tidak terima dijadikan tersangka dengan dugaan penggelapan," tutur Rama, pengacara dari Kantor Advokat dan Konsultan Hukum dan Konsultan Hukum itu kepada Tribunjateng.com, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Hasil Bumi Melimpah, Petani di Batang Siap Dukung Penanganan Stunting

Dia menjelaskan, kasus itu bermula saat kliennya dan sejumlah pihak berbisnis emping mlinjo.

Bisnis itu melibatkan kliennya, Muhdi sebagai pelapor dan CV Batang Coffe yang mengeluarkan segala nota transaksi.

Ada sejumlah kendala yang membuat kliennya tidak bisa membayar rekan bisnis sesuai perjanjian.

Hal itu membuat Muhdi melaporkan kliennya ke Polres Batang atas kasus pidana dugaan penggelapan hingga akhirnya kliennya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Rama menganggap, penanganan kasus itu tidak pas, ada lima alasan mengapa status tersangka kliennya harus dicabut.

"Pertama pelapor tidak menyertakan kuasa direktur dan atau bukan Direktur CV Batang Coffe, sebagai pemilik dan pengirim mlinjo."

"Semua nota pengiriman melinjo bahan kletuk dan minyak goreng adalah dari CV Batang Coffe," terangnya.

Baca juga: Aksi Bea Cukai Kudus Kejar-kejaran Dengan Sopir Pengangkut Rokok Ilegal, Sita 168 Ribu Batang Rokok

Baca juga: Aksi Sikat Gigi Serentak di Batang, Pecahkan Rekor Muri Peserta Terbanyak

Pihaknya menganggap Muhdi sebagai pelapor hanya sebagai pengantar, pemilik sebenarnya adalah CV Batang Coffe.

"Kedua, tidak pernah ada penyelidikan pada kliennya."

"Baru tahu jadi tersangka seusai diperiksa maraton sebagai saksi tidak ada surat perintah penyelidikan kepada pemohon," imbuhnya.

Kemudian yang ketiga, dia menganggap bahwa Polres Batang tidak cukup bukti dalam menetapkan kliennya sebagai tersangka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved