Berita Salatiga

30 Pejabat Administrator Kota Salatiga Ikuti PKA

Puluhan Pejabat Administrator atau eselon tiga di Lingkungan Pemkot Salatiga ikuti pelatihan kepemimpinan administrator (PKA) angkatan VI

Humas Pemkot Salatiga
30 Pejabat Administrator atau eselon tiga ikuti PKA angkatan VI Kota Salatiga Tahun 2022, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Puluhan Pejabat Administrator atau eselon tiga di Lingkungan Pemkot Salatiga ikuti pelatihan kepemimpinan administrator (PKA) angkatan VI Kota Salatiga Tahun 2022.

Pelatihan Kepemimpinan ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah yang bekerjasama dengan Pemkot Salatiga.

Kegiatan ini di mulai pada 19 Agustus sampai 14 Desember 2022 atau setara dengan 908 jam pelajaran.

Plt Kepala BKPSDM Kota Salatiga, Adi Isnanto mengatakan PKA ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial administrator.

“Kepada peserta yang dinyatakan lulus, akan diberi Surat Tanda Tamat Pelatihan, sedangkan yang tidak lulus akan diberikan Surat Keterangan telah mengikuti pelatihan,” kata Adi kepada Tribunjateng.com, Selasa (27/9/2022).

Sementara itu, Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi menegaskan tidak masalah jika ada peserta yang tidak lulus, yang terpenting pelatihan ini benar-benar membentuk karakter dan mengembangkan kompetensi peserta tidak hanya sekedar formalitas.

“Peserta jangan berpikir vertikal dan horizontal saja, melainkan harus berpikir diagonal, kalau PKA hanya dijadikan formalitas untuk mendapatkan sertifikat, ya tidur saja selesai, tapi tidak ada apa-apanya,” kata Sinoeng.

Menurutnya di tengah-tengah PKA, para peserta akan mengikuti asesmen sebagai awal pemetaan potensi dan kompetensi.

Langkah ini ditempuh untuk menjaring calon-calon JPT tentunya melalui mekanisme seleksi terbuka.

Nanti akan dibentuk Tim sembilan sebagai representasi publik untuk turut memperdalam penilaian pertimbangan pemilihan JPT.

“Pertanggungjawaban kalian kepada saya itu hanya 20 persen, selebihnya adalah kepada publik, sehingga kata kunci dalam pelatihan ini adalah orang harus punya empati,” ungkapnya.

“Jika kamu eselon 3 dengan cara berfikir eselon 3 juga, maka tidak akan ada maju-majunya,” tambahnya. (*)

Baca juga: Jateng-Kerajaan Melaka Jajaki Kerjasama Teknologi Kesehatan

Baca juga: Kurang Tertariknya Siswa Kelas Atas dalam Melakukan Aktivitas Ritmik

Baca juga: Portugal Vs Spanyol : Ini Jadwal UEFA Nations League Hari Ini, Big Match Portugal Vs Spanyol

Baca juga: Belajar Menulis Teks Naratif menjadi Menyenangkan dengan Gambar

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved