Guru Berkarya
Kurang Tertariknya Siswa Kelas Atas dalam Melakukan Aktivitas Ritmik
Mata pelajaran PJOK di Sekolah Dasar merupakan salah satu mata pelajaran intra kurikuler yang mempunyai kedudukan sama dengan mata pelajaran lainnya.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Oleh: Santi Murtiningsih, S.Pd., SDN 01 Simpur, Belik, Pemalang
Mata pelajaran PJOK di Sekolah Dasar merupakan salah satu mata pelajaran intrakurikuler yang mempunyai kedudukan sama dengan mata pelajaran yang lainya.
PJOK dikatakan sebagai pendidikan melalui aktivitas fisik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pengertian PJOK merupakan pendidikan wajib yang memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan aktivitas olahraga yang dilakukan secara sistematis.
Salah satu aktivitas dalam PJOK yang berupa aktivitas ritmik merupakan aktivitas yang mempunyai manfaat banyak, melalui variasi jenis aktivitas-aktivitas ritmik yang ada.
Prinsip dalam gerakan-gerakan aktivitas ritmik adalah adanya kelentukan tubuh di dalam melakukan gerakan dan kesinambungan antara gerakan yang satu dengan gerakan yang lainya sesuai dengan irama yang bermanfaat untuk berkembangnya daya tahan otot, kekuatan, power, kelentukan, koordinasi, kelentukan, koordinasi, kelincahan, daya tahan kardiovaskuler serta keseimbangan pada masa sekolah dasar.
Siswa harus disiapkan sesuai dengan tahap perkembangan dan kematangan yang tumbuh.
Isi ranah jasmani tersebut akan diperoleh dalam tiga jenis gerakan, yaitu lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif yang akan dilakukan baik secara tunggal maupun gabungan yang dilakukan dalam senam irama dimulai dari gerakan yang sederhana menuju gerakan yang kompleks.
Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dipengaruhi oleh kemampuan guru, partisipasi siswa, muatan kurikulum, keberadaan sarana dan prasarana, pengelolaan kelas, metode, kebijakan sekolah yang bersangkutan, alokasi waktu pembelajaran penjas serta lingkungan sekitar yang saling mempengaruhi.
Sesuai dengan pengamatan, dalam proses belajar mengajar guru PJOK cenderung mengutamakan cabang-cabang olah raga yang diperlombakan seperti atletik, permainan, sedangkan untuk cabang aktivitas ritmik seperti gerak bebas tanpa menggunakan musik belum diberikan.
Kehadiran aktivitas ritmik dalam kurikulum pendidikan jasmani dianggap oleh sebagian guru sebagai sesuatu yang memberatkan. Hal ini dapat diketahui dari sebagian besar guru yang tidak melaksanakan pembelajaran aktivitas ritmik bagi anak didik seperti yang diharapkan oleh kurikulum.
Alasanya bermacam-macam, seperti karena tidak memiliki tape recorder, kaset, serta guru yang tidak menguasai materi aktivitas ritmik, terlebih guru yang tidak suka membelajarkan aktivitas ritmik.
Kenyataan yang dialami di SD Negeri Simpur 1 Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, perhatian dan ketertarikan siswa-siswi dalam mengikuti pembelajaran aktivitas ritmik masih kurang.
Hal ini disebabkan siswa lebih banyak menyukai olahraga permainan, seperti sepakbola, bolavoli, dan sebagainya.
Selain itu durasi dalam pembelajaran aktivitas ritmik yang lama menjadikan siswa terlalu jenuh untuk melakukannya, sehingga mengakibatkan siswa enggan untuk mengikuti pembelajaran aktivitas ritmik, dan tentunya hal ini mengakibatkan nilai aktivitas ritmik di bawah KKM yang ditetapkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Santi-Murtiningsih-SPd-SDN-01-Simpur-Belik-Pemalang_1.jpg)