Berita Kudus

Cek Kebenaran, Ketua PGRI Kudus Siap Dampingi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

Ketua PGRI Kabupaten Kudus siap mendampingi AW (35) seorang guru yang diduga menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap siswi SMP Negeri kelas VII.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: raka f pujangga
Istimewa
ilustrasi pelecehan seksual 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kasus dugaan pelecehan seksual seorang siswi di SMP Negeri Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus terus bergulir.

Pihak sekolah dan pemerintah desa setempat tengah berupaya menggali kebenaran informasi atas kabar tersebut.

Sementara pihak kepolisian mengaku belum menerima berkas laporan dari keluarga korban. 

Baca juga: Empat Siswa SD Negeri Jadi Korban Pelecehan Seksual Penjaga Sekolah, Pelaku Kabur

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan mengatakan, pihaknya siap mendampingi AW (35) seorang guru yang diduga menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap siswi SMP Negeri kelas VII berinisial E (15).

Kata Ahadi, PGRI bakal membantu penyelidikan lebih lanjut terkait kebenaran dugaan-dugaan yang ada.

Supaya tidak ada pihak yang dirugikan, baik dari terduga pelaku maupun pihak yang disebut sebagai korban. 

"Kami akan cek kebenaran dugaan kasus asusila itu dengan memintai keterangan kedua belah pihak," terangnya, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Siswi SMP Ini Keluar Perpus Sambil Nangis, Teman-temannya Langsung Paham, Oknum Guru Ditangkap 

Ahadi mengatakan, AW disebut sudah meminta pendampingan kepada PGRI untuk menuntaskan masalah yang menyeret namanya. 

Rencananya, pihak PGRI akan memintai keterangan AW dan E besok, guna memperjelas duduk permasalahan yang ada, Rabu (28/9/2022) . 

Sementara itu, Ahadi menegaskan, jika kabar tersebut tidak terbukti kebenarannya, pihaknya bakal mengambil langkah lebih lanjut, seraya berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten. 

"Kita lihat dulu perkembangannya seperti apa," ujarnya.

Baca juga: Disdikpora Kudus Mendalami Dugaan Pelecehan Siswi SMP di Undaan

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP R Danang Sri Wiratno menyatakan, belum ada laporan masuk terkait dugaan asusila di Kecamatan Undaan. 

"Kami belum terima laporan. Jika kasus ini benar dan ada laporan masuk, akan kami tindaklanjuti," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, terduga pelaku tindak pelecehan, AW mengajar di sekolah yang sama dengan sekolah tempat E menempuh pendidikan. 

Keduanya disebut masih kerabat antara paman dan keponakan. Saat diminta klarifikasi, pihak sekolah mendapatkan jawaban yang berbeda dari E, yaitu jawaban yang disampaikan ke sekolah dan keluarganya.

Pihak sekolah pun masih melangsungkan kegiatan belajar - mengajar seperti biasa, selagi kasus tersebut belum ada titik terang. (Sam)
 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved