Berita Semarang
Inden Kendaraan Baru Tekan Industri Pembiayaan
Pembelian sejumlah kendaraan baru yang masih terpengaruh lamanya inden turut memberikan dampak bagi industri pembiayaan.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembelian sejumlah kendaraan baru yang masih terpengaruh lamanya inden turut memberikan dampak bagi industri pembiayaan.
Di antaranya Adira Finance, yang menyebut dampak dirasa berat.
Padahal, multifinance tersebut sebenarnya optimistis momen pemulihan ekonomi ini bisa semakin meningkatkan piutang pembiayaan baru yang sebelumnya sempat terkoreksi karena pandemi Covid-19.
"Dengan adanya kendaraan yang inden ini otomatis (pembiayaan) terhambat, karena tidak menyediakan barang.
Barang sepenuhnya dari pihak dealer, ketika dealer tidak mendapat suplai barang, kami otomatis terpengaruh.
(pengaruhnya) Berat karena kami punya target customer," kata Head of Syariah Branch Adira Wilayah Semarang Sriyana kepada tribunjateng.com, Selasa (27/9).
Sriyana lebih lanjut memaparkan, pembiayaan otomotif sendiri sejauh ini memberikan kontribusi tertinggi dari seluruh segmen yang dimiliki.
Baru setelahnya dana tunai dan produk lainnya.
"Sejauh ini pembiayaan paling kencang utamanya otomotif, mobil dan motor. Tapi dana tunai ya lumayan.
(Dengan adanya kendaraan inden) ya sedikit terkoreksi," terangnya.
Menurut Sriyana lebih lanjut, cukup menjadi penopang dari adanya dampak inden sendiri tersebut yakni kendaraan-kendaraan yang masih cukup tersedia baik baru maupun bekas.
Meski disebutkan unit baru yang tersedia (bukan inden) tidak seluruhnya, menurutnya kendaraan bekas juga turut memberikan kontribusi.
"Kami punya produk (pembiayaan) cukup banyak. Otomotif yang utama, dana tunai, dan produk lain sehingga masing-masing sekalipun terkoreksi, tidak terlalu dalam. Dan (inden) tidak semua unit.
Honda itu barangnya terkoreksi cukup banyak, Yamaha juga. Tapi yang motor bekas, kemudian lainnya, itu ada barangnya sehingga kami masih bisa menutup," imbuhnya.
Di sisi itu dia menambahkan, adanya kenaikan harga BBM sendiri saat ini tidak memberikan pengaruh terhadap menurunnya pembiayaan otomotif.
Sebab kata dia, meski harga BBM naik, hal itu tak menghentikan keinginan masyarakat untuk membeli kendaraan di tengah aktivitas yang mulai normal setelah dampak pandemi Covid-19.
"Tidak terdampak harga BBM. Pasca pandemi, orang mulai berharap normal lagi sehingga kebutuhan kendaraan banyak.
Sekarang juga sudah ada kendaraan listrik," terangnya. (idy)
Baca juga: Progres Pembangunan Gedung Kebudayaan Karanganyar Capai 31 Persen
Baca juga: Kadin Kota Semarang Membuka Peluang Investasi dan Perdagangan Dengan Malaysia
Baca juga: Antusiasme Masyarakat Tinggi, 643 Orang di Pati Daftar jadi Panwaslu Kecamatan
Baca juga: Tersendat, Progres Pengerjaan Proyek Drainase Kalisalak Batang Minus 5,9 Persen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pameran-Sobat-Expo-2022.jpg)