Fokus

Fokus : Kompor Bang Ben

Benjamin Sueb, yang akrab disapa Bang Ben, memang layak disebut legenda Betawi. Semasa hidupnya sudah menghasilkan lebih dari 75 album

Penulis: sujarwo | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Sujarwo atau Pak Jarwo wartawan Tribun Jateng 

Oleh Sujarwo

Wartawan Tribun Jateng

Benjamin Sueb, yang akrab disapa Bang Ben, memang layak disebut legenda Betawi. Semasa hidupnya sudah menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film yang terdiri dari berbagai genre.

Satu di antara karya Bang Ben yang tak lekang dimakan usia. Yaitu lagu Kompor Meleduk, diciptakan tahun 1970. Lagu ini kembali diingat, disebut-sebut, menyusul maraknya tabung gas meledak sekitar tahun 2007.

“Jakarta kebanjiran di Bogor angin ngamuk/Ruméh ané kebakaran garé-garé kompor mleduk/ Ané jadi gemeteran, wara-wiri keserimpet.” Begitu awal lirik lagu tersebut.

Maklum saja, mulai 2007 Pemerintah menganjurkan masyarakat menggunakan kompor bahan bakar gas sebagai pengganti minyak tanah. Pemerintah juga gencar membagi kompor beserta tabung gas pada warga.

Namun, masih banyak warga yang mengkhawatirkan faktor keamanan. Namanya hal baru, butuh waktu penyeseuaian, kekhawatiran itu terjadi.

Tak jarang berita tentang rumah warga terbakar akibat kompor gas meledak. Penyebabnya macam-macam, kurangnya pengetahuan, kelalaian, dan lainnya.

Bukan hanya kesalahan pengguna. “Masih ada distributor gas yang kurang mempunyai pengetahuan mengenai tabung gas," kata Kepala Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI, Dr Fatimah Zulfa Padmadinata saat itu.

Menurut Fatimah, masih terlihat karyawan distributor gas yang asal lempar ketika menaruh tabung gas ke dalam bak mobil.

Hal ini, ingat dia, dapat merusak tabung dan kemungkinan ada kebocoran atau keretakan las tabung bagian dalam yang bisa mengakibatkan daya tahan kekuatan untuk tekanan pada tabung berkurang.

Fenomena itu lantas ada yang menganalogikan dengan lagu Kompor Meleduk. Hanja saja masih harafiah. Terkini, lagu karya Bang Ben masih tetap relevan dengan pemaknaan lebih. Tentang ‘kalang kabut’ nya.

Ya, dalam situasi rakyat masih proses pemulihan pascapendemi Covid-19 ditambah kenaikan harga BBM, dihadapkan pada program konversi dari kompor gas ke kompor listrik.

Bikin bingung. Rakyat bak sedang dilanda kebanjiran dan angin ngamuk. Utamanya bagi mereka yang masih awam teknologi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved