Berita Semarang

Kota Semarang Pilot Project Kemenkes, Cegah BDB Melalui Bakteri Wolbachia, Hendi: Dimulai November

Karena butuh waktu panjang, Wali Kota Semarang meminta masyarakat bisa menerima progam pencegahan DBD melalui bakteri wolbachia.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengantar rombongan Kemenkes RI seusai menggelar rakor pencegahan penyebaran DBD di Sitroom Balai Kota Semarang, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komitmen Pemkot Semarang memberantas demam berdarah dengue (DBD) didukung oleh Kemenkes RI.

Pemkot Semarang dan Kemenkes kini menjalin kolaborasi dalam pencegahan penyebaran DBD.

Kolaborasi itu diwujudkan dalam program pemberantasan DBD melalui bakteri wolbachia.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sangat optimis pemberantasan DBD terlaksana secara baik.

Baca juga: Lagi Bersih-Bersih, Tukang Sapu di Ungaran Ini Kaget Ditemui Kapolres Semarang Sambil Bawa Beras

Baca juga: Kota Semarang Ditunjuk Jadi Pilot Projek Program Pencegahan Penyebaran DBD Melalui Bakteri Wolbachia

"Kami berterima kasih karena Kota Semarang ditunjuk menjadi pilot project terkait pencegahan penyebaran DBD melalui bakteri wolbachia," ucapnya melalui Tribunjateng.com, Jumat (30/9/2022).

Menurutnya, metode dari Kemenkes sangat sederhana dan mudah dilaksanakan.

"Kemenkes akan mengembangkan telur yang sudah mengandung bakteri wolbachia."

"Telur nyamuk itu dipelihara sampai menetas, lalu nyamuk dewasa dilepas agar berkembangbiak dengan nyamuk Aedes aegypti," katanya.

Wali Kota Semarang juga mengatakan, bakteri wolbachia yang terkandung dalam nyamuk akan melemahkan virus DBD

"Jika hal itu bisa berjalan tentunya bisa menekan angka DBD."

"Namun butuh waktu 8 bulan sampai 1 tahun untuk bisa melihat keefektifan metode tersebut," paparnya.

Dia berujar, pada November 2022 akan dilakukan ujicoba dan hasilnya bisa dilihat November 2023.

Baca juga: Hendi Kembang Biakan Nyamuk Wolbachia di Semarang, Apa Itu?

Baca juga: Pemkot Semarang Gencarkan Sosialisasi Aturan Cukai

Karena butuh waktu panjang, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu meminta masyarakat bisa menerima progam tersebut.

"Program ini untuk menciptakan nyamuk yang membawa bakteri wolbachia."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved