Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

3 Direksi BUMD Kota Semarang Dicopot, Ini Alasan Agustina Wilujeng

Pemkot Semarang mengonfirimasi adanya kabar pencopotan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk PDAM Tirta Moedal.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
PEMKOT SEMARANG
COPOT DIREKSI BUMD - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Pemkot Semarang telah resmi mencopot tiga direksi BUMD. Ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi pengelolaan baru yang lebih profesional dan berpikiran maju. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang mengonfirimasi adanya kabar pencopotan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk PDAM Tirta Moedal.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti pun buka suara.

Pemkot Semarang disebutkannya melakukan evaluasi kinerja terhadap tiga BUMD. Selain kepada PDAM Tirta Moedal, juga PT Bhumi Pandanaran Sejahtera dan Semarang Zoo.

Baca juga: Wali Kota Semarang Tambah Tenaga Ahli Tiap OPD: Ini Bukan Pemborosan

Agustina mengatakan, pencopotan itu dilakukan untuk memberikan ruang bagi pengelolaan baru yang lebih profesional dan berpikiran maju.

Menurutnya, langkah ini juga bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kualitas layanan publik.

"Bukan hanya untuk PDAM, tetapi juga PT Bhumi Pandanaran Sejahtera dan Semarang Zoo. Kami ingin ketiga badan usaha ini memiliki bisnis yang semakin maju."

"Mereka dilepas dulu, kemudian diminta membuat business plan dan memaparkannya di depan tim," kata Agustina.

Wali Kota menjelaskan, pergantian direksi juga untuk mengintegrasikan ketiga BUMD agar lebih optimal.

Menurutnya, PDAM memiliki potensi besar dan butuh regulasi baru pengelolaan air tanah, bantuan SPALT yang sudah berjalan serta kemungkinan pengembangan sumber air di wilayah timur Kota Semarang. 

Baca juga: Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Semarang Tembus 35 Derajat, Ternyata Karena Posisi Semu Matahari

"Sangat besar modal yang diberikan Pemkot Semarang kepada masing-masing BUMD, sehingga strategi bisnis dan layanan perlu diperbarui," katanya. 

Dia juga mengklaim proses pencopotan direksi tiga BUMD tersebut bahkan sudah melalui kajian Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip).

Direksi lama tetap berkesempatan mendaftar kembali melalui open bidding yang akan diumumkan ke publik dalam waktu dekat. 

"(Direksi lama) masih boleh mendaftar kembali. Sistemnya bisa open bidding atau mekanisme lain yang diumumkan ke publik."

"Kami ingin orientasi bisnis lebih besar dan cakupan layanan meningkat, termasuk bagi PDAM dan Semarang Zoo," ucapnya.

Adapun ia mengungkapkan, open bidding diharapkan dapat menarik calon direksi yang kompeten dan memiliki orientasi pelayanan tinggi.

"Kami berharap seluruh pihak memahami keputusan ini," imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved